Ratusan Ribu Jiwa di Haiti Diselamatkan
Di antara maraknya kematian dan sakit-penyakit, kehidupan lahir-baru bersemi di Haiti. Orang-orang Kristen di Haiti membuka pintu rumah mereka untuk pertemuan ibadah dan menyaksikan lebih dari 121.000 peserta ibadah membuat komitmen kepada Yesus Kristus musim panas ini.
Pertemuan tersebut adalah bagian dari My Hope, sebuah pelayanan dari Charlotte, North Carolina—yang berbasiskan Billy Graham Evangelistic Association. Proyek ini adalah penginjilan terbesar di Haiti dari penginjilan sejenis lainnya, yang muncul setelah pelayanan penjangkauan oleh BGEA and Samaritan's Purse setelah gempa bumi 2010 yang menghancurkan Hiati.
Para penyelenggara awalnya bertemu dengan para pemimpin di Haiti pada 2009, tetapi rencana untuk proyek My Hope tertunda ketika Haiti diguncangkan oleh gempa bumi dahsyat berskala 7 pada Januari 2010. Setelah periode pemulihan, pertemuan dan pelatihan bagi para pemimpin gereja dan sukarelawan dilakukan selama beberapa bulan. Secara keseluruhan, terdapat lebih dari 5.000 gereja yang berpartisipasi dalam proyek ini.
“Orang-orang Kristen yang setia ini mengambil langkah berani mengundang teman-teman dan tetangga mereka ke rumah, dan Tuhan benar-benar bekerja melalui usaha dan doa mereka,” ujar Bill Conard, wakil ketua pelayanan internasional BGEA. “Proyek seperti ini menunjukkan bahwa penginjilan bukanlah hanya untuk pendeta, tetapi setiap orang yang rindu orang di sekelilingnya mengalami kasih dan pengharapan yang hanya bisa ditemukan dalam Yesus Kristus.”
Program memuncak dengan lebih dari 57.000 kegiatan di rumah-rumah termasuk penyampaian pesan dari orang-orang Kristen Haiti kawakan, serta kebaktian dari Billy Graham di malam pertama dan Franklin Graham di hari kedua. Siaran berlangsung di saluran televisi dan radio utama di seluruh Negara. Di daerah pinggir kota dan daerah yang jauh dari pusat kota—dimana signal siaran terhalangi pegunungan besar—50 tim proyeksi terus menyiarkan acara setelah siaran nasional awal.
“Kami sangat dikuatkan oleh cerita-cerita yang kami dengar,” ungkap Conard. “Banyak dari mereka yang melihat siaran My Hope telah melakukan praktik Voodoo selama bertahun-tahun. Salah satu orang—seorang pendeta voodoo—tidak hanya membuat keputusan meninggalkan kehidupan lamanya dan menjadi Kristen, delapan anggota keluarganya juga menerima Kristus. Setelah itu usaha follow-up dibuat untuk membantu orang percaya yang masih bayi rohani tergabung dalam gereja lokal dan bertumbuh imannya.”
Sejak My Hope dimulai pada 2002, proyek seperti itu telah diterapkan pada lebih dari 50 negara. Proyek yang akan datang akan bertempat di Zambia, Spanyol dan Portugal. Persiapan sedang dimulai untuk penjangkauan potensial My Hope 2012. (RJH)
|