Pembunuh Juara Olimpiade Telah Ditangkap
Siswa cerdas mati mengenaskan. Itulah yang terjadi pada Christoper Melky Tanujaya (16), Rabu (7/12) malam. Peraih juara Olimpiade tingkat SMP tahun 2009 mati terbunuh dua tikaman di leher dan satu di punggung.
Miris, Christoper yang sedang berlibur ke Jakarta dari studinya di Singapura sejak 11 November lalu kehilangan nyawanya saat berjalan kaki pulang dari TransJakarta Halte Pluit usai bertemu teman-temannya. Jenazah Christoper yang dibawa ke Rumah Duka Atmajaya sempat menjadi perbincangan hangat di kalangan pengguna BBM (Black Berry Messanger).
Kini pihak Polres Jakarta Utara telah berhasil menangkap pelaku penikaman Christoper. Pelaku yang diketahui seorang pengangguran masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Jakut.
"Tersangka sudah berhasil diamankan malam tadi sekitar pukul 19.00 WIB," ujar Kapolres Jakarta Utara Kombes Pol Andap Budhi di Rumah Duka Atmajaya, Jakarta, Jumat (9/12).
Pelaku diduga memiliki motif ingin merampas telepon selular korban, namun ketahuan dan korban melakukan perlawanan sehingga tersangka melakukan penusukan.
Sedih, tentu itu yang kita rasakan saat mengetahui kejadian tragis ini. Terlintas pula pertanyaan apakah korban sudah menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat-Nya?
Christoper hanya satu dari sekian korban kriminalitas yang berpulang dengan cara mengenaskan seperti diberitakan media akhir-akhir ini. Masih ada Livia, mahasiswi Binus yang juga tewas terbunuh usai diperkosa di angkutan umum, dan korban-korban lainnya yang tidak diberitakan di media.
Namun yang telah pergi tidak bisa kembali, kita hanya bisa berharap mereka semua berpulang kepada Bapa. Biarlah kejadian ini membuat kita menyadari mempergunakan kesempatan untuk berbagi kasih dan menyampaikan Kabar Gembira kepada jiwa-jiwa yang terhilang, selagi kesempatan masih ada.
Banyak orang yang mengutuki tersangka, namun kita yang percaya lebih baik mendoakan mereka yang juga membutuhkan keselamatan. Biar Tuhan menjamah dan mengubahkan hati para pelaku kriminilitas. Yesus pun mengasihi orang-orang yang dianggap ‘penjahat’ atau ‘tidak benar’, dan hanya kasih-Nya sanggup mengubahkan mereka.
|