Pakistan Mendaftarkan Yesus Kristus sebagai Kata-kata Kotor yang Dilarang
The Pakistan Telecommunication Authority, atau PTA, mengumpulkan daftar kata-kata yang dianggap kotor dan tidak sopan dan memerintahkan perusahaan telepon seluler untuk memblokir pesan teks yang mengandung kata-kata tersebut.
Daftarnya termasuk kata seperti “kondom”, “kentut”, dan “Yesus Kristus”. Perusahaan telepon seluler harus mulai menyaring pesan teks dari 586 kata bahasa Urdu dan 1.109 kata bahasa Inggris pada 21 November, menurut media lokal.
Sebuah surat tak resmi dari pusat PTA Islamabad menguraikan keseimbangan antara kebebasan berbicara dan pornografi dalam Konstitusi Republik Islam Pakistan, lalu menjelaskan tujuan daftar tersebut adalah untuk mengatasi spam. PTA menggambarkan spam sebagai “transmisi bahaya, penipuan, menyesatkan, ilegal atau pesan yang tak diminta dalam jumlah besar kepada siapapun tanpa ijin dari penerima.”
Walaupun banyak kata-kata dalam daftar memang bersifat cabul dan tak senonoh, memblokir Yesus Kristus, nama di atas segala nama, membuat sebagian pihak mempertanyakan motivasi Pakistan. Surat PTA dengan jelas menyatakan bahwa kebebasan berbicara dapat dibatasi “untuk kepentingan dan kemuliaan Islam.”
Pakistan berada di peringkat nomor 11 pada Open Doors’ 2011 World Watch List (red. Setiap tahunnya, Open Doors mengumpulkan daftar 50 negara teratas dimana penganiayaan umat Kristen paling parah. Open Doors melaporkan:
“Pada 2010, 29 umat Kristen dibunuh dan empat dijatuhi hukuman penghujatan. Paling sedikit ada 58 umat Kristen diculik dan 100 dilukai secara fisik. Selama banjir dahsyat pada Agustus 2010, umat Kristen mengalami diskriminasi dari otoritas dan umat Muslim lokal dalam pendistribusian bantuan. Pada November 2010, seorang wanita Kristen dihukum mati atas tuduhan menghujat.”
Patrick Trueman, presiden dan CEO Morality in Media, mendesak semua wisatawan dari AS dan Eropa untuk menhindari menggunakan maskapai Ryanair dan mendorong semua masyarakat untuk segera menghubungi maskapai dan mengatakan tidak kepada pornografi.
Bila Anda tinggal di AS, Anda juga dapat ikut berpartisipasi menghubungi semua eksekutif Ryanair dengan mengunjungi Porn Harms dan mengirimkan pesan melalui email.
|