HOME    NEWS    COVER STORY    COLUMNIS    SUBSCRIPTION    SPONSORSHIP    CONTACT US   
» INSIDE WORSHIP - Yang…
» TUHAN PENOLONGKU
» Mengerikan, 62,7 Persen Remaja…
» Wow..Warren Buffet Akan Sumbangkan…
» Hasil Survey Terakhir di…

Jauh Sebelum Ariel dan Luna Maya

Astaga! Heboh video porno Ariculun (Ariel-Cut Tari-Luna Maya) yang mengalahkan demam Piala Dunia, Justin Bieber dan pembicaraan politik masih saja dibicarakan sampai hari ini! Bahkan ‘aktris’ yang disebut-sebut di video Peterporn  tersebut terus bertambah, dari Aura Kasih, BCL sampai ada yang usil menyebutkan Mpok Nori dan Ivan Gunawan.

 

Dalam waktu singkat video tersebar dari ponsel satu ke ponsel lainnya, dari komputer satu ke komputer lainnya. Seluruh pemberitaan di media tak henti-hentinya menyebut-nyebut fenomena yang terjadi akibat kemajuan teknologi informasi dan komunikasi ini. Dan sekarang bukan hanya di Indonesia, tapi video tersebut juga sudah sampai dibicarakan di mancanegara seperti Australia dan Amerika, bahkan Paris Hilton pun tahu!

 

Dahulu orang-orang ribut berebut melempari batu perempuan yang ketahuan berzinah, namun kini orang-orang ribut berebut menonton rekaman perzinahan. Canggih memang kemajuan teknologi dan media masa kini. Tetapi jauh sebelum itu, jauh sebelum media digunakan sebagai sarana informasi dan hiburan sekali klik, jauh sebelum media membuat khawatir para orangtua, tahukah Anda asal muasal kecanggihan media saat ini? Tahukah Anda bahwa ponsel yang Anda pegang saat ini, komputer yang Anda lihat saat ini, internet yang Anda akses saat ini, semuanya itu bermula dari sebuah Alkitab?

 

Ya, alkitab. Buku kecil-tebal-tradisional yang tersimpan rapi di lemari Anda itu adalah pencetak sejarah teknologi informasi dan komunikasi. Anda menyimpan ‘benda sejarah’ paling dicari beberapa puluh tahun mendatang, asal-muasal benda teknologi mutakhir ipad, itouch dan blackberry yang Anda pegang saat ini.

 

Kira-kira 600 tahun lalu, pada tahun 1453 seorang Jerman, Johannes Gutenberg, menciptakan mesin cetak pertama yang digunakannya untuk mencetak Alkitab. Sebelumnya Gutenberg menulis sendiri kitab-kitab tersebut secara manual. Memikirkan cara yang lebih efisien dan efektif agar firman Tuhan dapat tersebar lebih luas dan cepat, maka diciptakannyalah mesin cetak itu, yang membuat Alkitab akhirnya dapat dihasilkan lebih banyak dalam waktu yang lebih singkat. Dari sanalah kemudian media informasi dan komunikasi berkembang, didukung teknologi yang juga terus berkembang kian canggih dari hari ke hari, menjadi buku-buku bacaan lainnya, koran, majalah, tabloid, telegraf, telepon, radio, televisi, dan komputer, yang semakin canggih saja setelah ditemukannya internet.

 

Ironisnya, media yang pertama kali diciptakan untuk menyebarkan firman Tuhan, kini malah sering kali digunakan untuk menyebarkan hal-hal negatif. Ajakan merokok dan minum minuman keras, gambar-gambar porno, film porno dan berbau kekerasan, serta hal-hal buruk lainnya tersebar melalui berbagai jenis media, cetak dan elektronik. Media yang tercipta untuk kemuliaan Tuhan, telah dipergunakan iblis untuk mencuri, membunuh dan membinasakan.

 

Bayangkan jika Anda menghadiahkan ponsel yang canggih untuk seseorang yang Anda kasihi, anak Anda atau mungkin pasangan/kekasih Anda, untuk dapat terus terhubung dengannya dan menjalin suatu hubungan yang indah, namun ia justru mempergunakannya untuk hal-hal yang buruk dan merusak karena terperdaya tipu daya dunia ini. Anda semakin jauh darinya dan ia merusak dirinya karena hadiah yang Anda berikan untuk suatu tujuan yang mulia. Sungguh menyakitkan bukan? Mungkin seperti itulah gambaran hubungan kita dengan Sang Pencipta kita, jika kita tak menyadari tujuan awal diciptakannya media. Tuhan memberikan media kepada kita, untuk membuat kita tetap terhubung denganNya.

 

Seseorang harus merebut kembali Gunung (Media) milik Tuhan (baca Charisma edisi April-Mei 2009, 7 MIND MOLDERS of CULTURE_Media). Siapakah seseorang itu? Tentu saja kita semua, Anda dan juga saya.

 

Kabar baiknya di Indonesia sudah ada beberapa media Kristen, baik elektronik dan cetak. Di internet sudah ada situs-situs Kristen seperti charisamindonesia.com yang dapat dicari dengan menggunakan berbagai kata kunci, sedangkan media cetak antara lain : Majalah Bahana, Gaharu, Narwastu, Inspirasi, Kingdom, Praise, Tabloid Gloria, dan juga majalah Charisma Indonesia yang hadir di tengah-tengah Anda untuk menggaungkan kembali suaraNya di dunia ini.

 

Namun, tentunya kami tak dapat berdiri sendiri tanpa dukungan Anda. Mari kita umatNya, bahu-membahu untuk terus menyuarakan kebenaranNya. Jangan biarkan gaung firman Tuhan pudar dan tergantikan tipu daya dunia.

–Ria J.Harlie



   
home | news | columnis | cover story | subscription | contact us | Login Email Charisma