HOME    INFORM    COVER STORY    COLUMNIS    SUBSCRIPTION    SPONSORSHIP    CONTACT US   
» Jokowi-Ahok Resmi Berduet Diusung…
» Jokowi-Ahok Diarak Simpatisan
» Ahok: Latar Suku atau…
» Ahok Dicalonkan Menjadi Cawagub…
» Asal-Usul Hari Perempuan Sedunia

TUHAN PENOLONGKU

Syalom, namaku Jessica. Aku berumur 11 tahun dan akan berulangtahun yang ke-12 di bulan Juli ini. Aku tinggal di Depok  dan bersekolah di Brightstar Community School di Jakarta. Saat ini aku sudah memasuki kelas 7 atau setingkat kelas 1 SMP. Aku sungguh bersyukur pada Tuhan karena diberikan anugerah yang besar. Aku bisa bersekolah di salah satu sekolah yang berkurikulum internasional itu juga karena kasih dan kemurahan Tuhan karena orangtuaku bukanlah seperti orang tua teman-temanku yang kaya-kaya dan parlente. Mereka hanyalah hamba-hamba Tuhan yang sederhana. Bisa bersekolah di sekolah yang bagus saja sudah membuatku bersyukur apalagi diberi kesempatan ikut olahraga ice skating. Setiap hari Senin-Jumat, aku pergi ke sekolah dengan kakakku, dari pagi sampai jam 4 sore. Khusus hari Rabu aku mengikuti olahraga renang dan setiap hari Jumat biasanya di sekolah ada kegiatan memasak dan prakarya. Kadangkala cukup melelahkan juga buatku tapi aku sungguh-sungguh menikmati hari-hari di sekolahku apalagi ketika aku mengikuti kegiatan olahraga ice skating.

 

Awalnya aku belajar ice skating karena bagian dari program olahraga sekolah, dan akupun belajar dasar-dasarnya dengan Coach Adi. Sempat jatuh bangun dan agak sakit karena baru pertama kali memakai sepatu ice skating namun lama kelamaan akupun dapat mengikuti dengan baik. Waktu libur sekolah tahun lalu sebagai hadiah dari orangtuaku aku diikutkan latihan ekstra selama liburan dengan pelatih yang lain, yaitu Coach Al. Selesai pelatihan selama liburan, pelatihku menghubungi orangtuaku dan menyatakan ingin melatihku untuk lebih baik supaya bisa mengikuti kompetisi bulan Oktober yaitu Skate Jakarta 2009 yang diadakan oleh ISI Asia tingkat regional.

 

ISI (Ice Skating Institute) Asia adalah suatu lembaga untuk pelatihan dan pertunjukkan ice skating se-Asia dengan lisensi/ijin dari Dewan Direksi Ice Skating Institute, Amerika.  ISI Asia didirikan sejak tanggal 16 Agustus 1999.

 

Walau dengan berat hati karena biaya yang cukup tinggi orangtuaku menyetujui. Akupun berlatih dengan tekun dan bersemangat bahkan sekalipun aku sudah tidak libur dan harus berlatih sepulang sekolah yang seringkali sampai malam hari, aku tetap bersemangat karena saat-saat berada di ice rink adalah saat-saat yang paling menyenangkan buatku. Aku berseluncur dengan bersemangat mengikuti irama lagu-lagu yang biasanya diputar di sana. Walaupun lelah sepulang sekolah, namun ketika aku berseluncur di ice rink, segala keletihan dan kelelahan hilang berganti semangat untuk berlatih dengan baik.

 

Aku terus bersyukur pada Tuhan karena tidak hanya aku diberkati tapi aku juga bisa menjadi berkat melalui apa yang aku punya. Aku bisa menterjemahkan hamba-hamba Tuhan para missionaris dari Australia ketika mereka mengunjungi dan memberkati anak-anak yang tinggal di perkampungan kumuh. Dan waktu aku mengikuti acara Safari Blessing Trip dari sekolah untuk memberkati dan membagi kasih dengan memberi makanan, pakaian dan bingkisan buat anak-anak jalanan di rumah penampungan, anak-anak di daerah kumuh, aku pun merasa sangat beruntung dan bersyukur. Dan semakin membuatku bersemangat untuk belajar dengan baik di sekolah dan berlatih dengan tekun di arena ice skating. Tuhan menjamah dan memberkatiku melalui Safari Blessing Trip.

 

Sampai 1 bulan sebelum kompetisi di bulan Oktober, orangtuaku harus membayar cukup besar untuk biaya kompetisi belum lagi untuk kostum dan sepatu ice skating. Aku tahu dan menyadari bahwa orangtuaku berusaha memberikan yang terbaik buatku tapi aku juga tahu bahwa keuangan mereka terbatas. Aku hanya bisa berdoa sama Tuhan. Tuhan Yesus, kalau memang Tuhan menghendaki aku ikut kompetisi ini, Tuhan Yesus buka jalan buat mama dan papa supaya bisa membayar biaya kompetisinya. Dan bila aku diberi kesempatan mengikuti kompetisi ini aku akan memberikan yang terbaik buat Tuhan. Amin.

 

Setelah berdoa aku hanya bisa berharap sama Tuhan, dan Tuhan pun menjawab doaku dengan memberikan berkat buat orangtuaku sehingga dapat mengikutkan aku ke kompetisi. Tapi pergumulanku belum selesai, aku tidak punya sepatu ice skating sendiri, selama ini aku hanya memakai sepatu yang dipinjamkan ice rink tempatku berlatih. Terus kostumnya semua mahal-mahal apalagi sepatunya. Harganya bisa 2x bahkan 3x lipat dari biaya kompetisi.

 

Tapi Tuhan Yesus sangat baik, pelatihku bilang aku bisa memakai sepatu yang dipinjam dari ice rink tapi harus pakai boot cover (penutup sepatu) yang sesuai dengan bajunya. Nah itu dia, bajunya bagaimana? Puji Tuhan, mamaku mendapat ide untuk mencari di tempat penjualan baju-baju balet/senam di salah satu kawasan niaga. Dan kemudian menjahit boot cover yang sewarna dengan baju-baju yang didapat.

 

Singkat cerita, waktu kompetisipun dimulai, dengan sepatu pinjaman dan kostum yang sederhana aku ikut kompetisi dengan penuh sukacita karena merasakan kebaikan dan pertolongan Tuhan yang luar biasa. Dan karena Tuhan yang menjadi penolongku, aku pun meraih 2 Medali Perak dan 1 Medali Emas untuk 6 kategori yang aku ikuti. Sebagai seorang pemula yang ditolong oleh Tuhan, hasil itu adalah yang terbaik buatku dan akupun memuji Tuhan untuk itu. Terima kasih Tuhan.

 

Sejak kompetisi tingkat wilayah yang aku ikuti bulan Oktober itu, akupun giat berlatih mengasah kemampuan setiap minggu di arena ice skating dengan temanku AJ. Setiap hari Kamis, kami dilatih oleh Coach Al yang tidak henti-hentinya mengarahkan dan mengingatkan untuk terus berusaha dengan tekun. Dan kegiatan ice skating menjadi kegiatan rutin mingguanku yang selalu aku tunggu-tunggu.

 

Tahun ini kata Coach Al ada kompetisi lagi di Cina dan kali ini tingkat Asia dan akupun semakin giat berlatih sejak bulan April lalu tidak hanya seminggu sekali tapi jadi seminggu dua kali, melelahkan tapi juga menyenangkan karena di situlah aku merasa kesenangan yang tidak terkira. Ketika aku meluncur di arena es, aku merasa bebas dan lepas bahkan udara yang bagi sebagian besar orang dingin menusuk tidak lagi kurasakan saat sepatu skateku meluncur di arena. Berbagai gaya yang sudah kupelajari terus kuasah sambil menikmati irama lagu dan bunyi gesekan sepatu skateku di arena...rasanya seperti berada di surga (kan surga jalannya dari emas, es saja licin apalagi emas yang berkilau, mungkin di surga juga ada gold skating...hhmmm).

 

Hari-harikupun semakin sibuk diisi oleh kegiatan sekolah yang tentunya tidak akan kutinggalkan karena berguna untuk masa depanku, latihan ice skating, latihan renang untuk kebugaran tubuhku dan latihan rohani dengan tetap melayani Tuhan bersama kakak laki-lakiku satu-satunya.

 

Aku percaya Tuhan memberikan kesempatan buatku untuk ikut kompetisi tingkat Asia di China, yaitu Skate Asia 2010 yang akan diadakan di arena Ice Skating seukuran arena Olimpiade seluas 31m x 60 m di Mall MIXC yang baru di Hangzhou, China dan untuk mengikuti kompetisi tingkat Asia ini, diperlukan biaya yang tidak sedikit US$2500 kira-kira bila dirupiahkan hampir mendekati jumlah dua puluh lima juta rupiah. Namun aku percaya Tuhanlah Penolongku. Tuhan sudah menolongku di kompetisi tingkat regional tahun lalu, akupun percaya Tuhan juga menolongku di tahun ini. Karena itu akupun berdoa bersama mama, papa dan kakak setiap malam meminta uluran tangan Tuhan untuk mencurahkan berkatNya bagi kami. Bahkan tidak hanya kami yang berdoa, oma dan opaku juga ikut mendoakan aku untuk bisa mendapatkan dana yang dibutuhkan.  Kami berdoa setiap hari tidak henti-hentinya karena sungguh dana yang dibutuhkan ini sangat besar buat keluargaku.

 

Aku sangat ingin sekali bisa ikut kompetisi tersebut bahkan aku sudah membuat rencana-rencana untuk ke sana. Kompetisinya berlangsung dari tanggal 6 Agustus-17 Agustus 2010 di mana aku akan mengadakan perjalanan dengan pesawat terbang China Southern Airlines tujuan Hangzhou dengan teman-teman dan pelatih yang merupakan team ISI Jakarta. Di sana, kami akan menginap di Zonhow Hotel yang terdekat dengan Arena Ice Skating tempat kompetisi berlangsung. Bahkan kegiatan-kegiatan harian setelah kami tibapun sudah tersusun rapi, di mana hari pertama aku akan berlatih dengan pelatihku dan juga team kami. Kemudian ada gladi bersih dan hari ketiga dan seterusnya barulah ikut pertandingannya di mana aku akan turun di 6 kategori. Wah, sudah terbayang di pikiranku, aku akan bertemu banyak peserta seusiaku di kompetisi ini dan aku akan menjalin pertemanan/persahabatan dengan mereka. Bahkan kata pelatihku, kami akan diberi kesempatan melihat lebih dekat budaya Cina dan juga Pameran Akbar di Shanghai. Wah, seru sekali nih. Sungguh kesempatan yang luar biasa buatku dan semakin membuatku ingin sekali ke sana.

 

Dan waktu bulan Mei yang lalu, saat papaku akan berangkat melayani di luar Jakarta, kami mendapat kabar bahwa aku sudah harus membayar setengah dari dana yang dibutuhkan tersebut pada minggu ketiga untuk keperluan pengurusan visa dan tiket. Kamipun semakin berseru pada Tuhan meminta pertolongan Tuhan, dan berserah pada kehendakNya. Hanya Tuhan yang dapat kami andalkan pada saat itu karena dari hasil pelayanan papa dan mama walaupun dibantu opa dan oma tetap saja jauh dari yang kami butuhkan saat itu. Akupun berdoa lagi pada Tuhan Yesus, Tuhan Yesus yang baik, Jessica ingin sekali berangkat ikut kompetisi di Cina karena Jessica tahu Tuhan yang sudah memberikan kemampuan dan kesempatan buat Jessica tapi biayanya mahal sekali. Tolong Tuhan Yesus, bila Tuhan Yesus menghendaki Jessica berangkat, Tuhan Yesus buka jalan buat mama dan papa. Terima kasih Tuhan Yesus. Amin.

 

Dan pertolongan Tuhanpun terbukti, sehari sebelum tanggal yang ditetapkan untuk penyetoran dananya, Tuhan Yesus yang berkuasa menyediakan tepat pada waktunya dengan cara yang tidak terduga. Tuhan Yesus baik. Akupun tidak menyia-nyiakan apa yang Tuhan sudah berikan dengan cara berlatih dan berlatih dengan tekun bahkan di bulan Juli ini jadwal latihanku pun bertambah menjadi seminggu tiga kali.

 

Sekarang tinggal setengahnya lagi dana yang aku butuhkan menjelang hari-hari keberangkatanku di mana aku membutuhkan orang-orang yaitu teman-teman dan saudara-saudara seiman untuk menjadi sponsorku sehingga aku bisa ikut di kompetisi tingkat Asia di China dan memuliakan Tuhan dengan apa yang aku miliki dengan mempersembahkan yang terbaik untuk Tuhan.

 

Aku percaya Tuhan pasti menolongku karena Tuhanlah Penolongku.

 

You may transfer the contribution to :
Brightstar Community School under name:
Enny Hartanti in Bank Central Asia with
Account Number: 165 194 6323
Swift Code CENAIDJA
With the message:
Skate Asia Event Fees for Jessica Zamar Sangian



   
home | news | columnis | cover story | subscription | contact us | Login Email Charisma