HOME    NEWS    COVER STORY    COLUMNIS    SUBSCRIPTION    SPONSORSHIP    CONTACT US   
» Memahami Makna Sebenarnya Pendidikan…
» Assosiasi Pendidikan Bethel Mengentas…
» Praise from Down Under
» Salt and Light (II)
» Misi Seperti Apa yang…

Misi Seperti Apa yang masih Efektif Untuk Dikerjakan?

Beberapa saat sebelum terpanggil masuk ke wilayah sulit ini, ia sebetulnya memiliki dua pilihan. Yang pertama adalah lembaran tiket pesawat menuju Australia, dengan jaminan kehidupan yang menunggunya di sana. Sementara itu pilihan berikutnya adalah menempuh perjalanan sulit, panjang dan sangat melelahkan menyusuri liar dan ganasnya Sungai Kapuas, menuju sebuah desa bernama Kuala Buayan di pedalaman, yang harus ditempuh dengan perahu motor selama 23 jam dari kota Pontianak.


Mengikuti panggilan hati dan tuntunan Tuhan, ia lebih memilih untuk mengabaikan kesejahteraan di negeri Kangguru dan membaktikan dirinya di tengah sebuah desa yang sangat terbelakang, tidak memiliki fasilitas apapun karena memang masih berupa hutan belantara. Bersama isteri dan anak mereka yang masih berusia satu tahun delapan bulan, perhentian berikutnya adalah Kuala Buayan.

“Bermula ketika seseorang meresponi panggilan dalam kehidupannya, karena apa yang menjadi keputusan hari ini akan menentukan apa yang akan terjadi esok hari. Jadi jika saya bisa menjadi seperti saya hari ini, sebetulnya itu adalah hasil dari perenungan hari kemaren. Demikian juga dengan arti dari misi itu sendiri. Ada banyak orang yang berbicara mengenai misi, tetapi misi seperti apa dulu yang dibicarakan. Di lain pihak, gereja juga melantunkan lagu yang sama, namun tidak memiliki pemahaman apa misi itu sesungguhnya.”

“Misi terbagi dalam beberapa jenis dan yang paling sering dilakukan saat ini adalah ketika sebuah gereja, lembaga atau organisasi Kristen akan datang ke suatu tempat dan kemudian melakukan beberapa hal, sebelum akhirnya kembali ke kota asal. Yang mereka lupakan adalah tindakan susulan yang sebetulnya jauh lebih penting untuk dilakukan. Apakah misi jenis ini efektif? Secara jujur saya tidak berpikir demikian.”

Anda dapat membaca artikel ini dengan berlangganan Charisma Indonesia



   
home | news | columnis | cover story | subscription | contact us | Login Email Charisma