What Women Must Know About Lust
Laki-laki bukanlah satu-satunya golongan manusia yang saat ini berjuang keras untuk melawan godaan seksual. Fakta sebenarnya adalah, kaum perempuan juga memerlukan pedoman jelas dalam mengambil sikap mengenai hal ini.
Terpesona dan hidup dalam angan-angan karena membaca sebuah novel percintaan… Sesaat kemudian, berjalan melewati meja kerja dari seorang rekan kantor Anda yang penuh pesona… Akhirnya hari Anda pun berakhir di ruangan chatting internet dan bertemu dengan laki-laki di dalam dunia maya yang penuh dengan intrik….
Sekilas, tidak ada yang salah dengan semua kegiatan tersebut. Bukankah memang gaya hidup manusia di era tekhnologi sudah seperti itu adanya? Sebagian berpendapat bahwa tidak ada hubungan antara mengobrol di internet dengan penyimpangan seksual. Namun, apa benar demikian?
Dimanakah sebetulnya letak garis batas antara intergitas seksual dan kompromi seksual? Apakah definisi dari “Penghkianatan Pernikahan?” Bisakah kita menganggap diri kita ini bersih, selama kita tidak terlibat dengan hubungan seksual di luar nikah dengan laki-laki lain –sementara kita memilik banyak TTM (teman tapi mesra)?-
Atau apa betul bahwa kesucian seksual sebenarnya memilik arti yang jauh lebih dalam?
Bahkan orang Kristen sering berkata seperti ini, “Tidak bisa Anda berkata saya tidak memiliki integritas seksual, karena toh saya tidak berhubungan seks dengan orang yang bukan suami saya.” Namun perhatikan bahwa, pengertian dari kesucian seksual tidak hanya berarti ketika kita terlibat perselingkuhan. Sebaliknya, kesucian seksual juga terpancar dari tingkah laku yang Anda tunjukkan sehari-hari.
Tuhan menciptakan manusia tidak hanya tubuh jasmaniah saja, tapi juga dengan pikiran, hati dan roh. Keempat komponen ini kemudian dikombinasikan untuk membentuk seorang manusia ciptaan Tuhan secara utuh. Oleh sebab itu, tubuh hanya merupakan bagian kecil dari manusia yang harus dijaga dari kecemaran seksual. Lebih dari itu, sangat penting untuk kita menjaga kemurnian hati, jiwa dan juga roh kita.
Komponen seksualitas
Dalam beberapa dekade terakhir, seiring aktifitas saya mengajar sebuah topik berjudul Kesucian Seksual, saya menjadi mengerti bahwa banyak perempuan yang saat ini berjuang untuk melawan godaan seksual untuk menjada integritas moral mereka.
Mungkin pengalaman dari Kevin dan Ruth bisa membantu Anda untuk mendapat gambaran mengenai empat komponen yang tadi saya sebutkan. Beberapa waktu setelah pemberkatan, Kevin dan Ruth kemudian harus berjalan melewati ruangan resepsi yang cukup panjang, menuju meja banquet besar yang ditata dengan sangat indah, dimana kue pengantin telah menunggu mereka. Di meja itu, tampak gelas dan piring kristal, serta serbet-serbet mewah seperti yang dipakai di perjamuan makan istana raja-raja jaman klasik dahulu. Namun tunggu dulu! Ada satu persoalan penting yang dilupakan oleh semua orang. Salah satu pengerja catering, lupa untuk mengencangkan salah satu baut di salah satu kaki meja kue pengantin. Sesaat ketika anggur pengantin mulai dituangkan ke dalam cawan kristal yang telah disusun rapih, seketika itu juga meja kue pengantin itu mulai ambruk. Semua berantakan.
Ketika keempat kaki meja tersebut tidak terkunci dengan kuat, kemungkinan untuk ambruk tentunya sangat besar. Contoh ini juag bisa dipergunakan dalam hal seksualitas kita. Empat komponen manusia –tubuh, hati, jiwa dan roh-, harus dijaga dengan sedemikian rupa supaya terkunci rapat dan kuat untuk menyangga hidup seseorang. Hanya dengan jalan itu, kemurnian dan integritas bisa terpancar keluar tanpa ada penghalang.
Pertanyaannya adalah bagaimana cara kita menjaga kemurnian dari empat komponen tersebut dari kompromi seksual? Hal-hal apa saja yang harus dilakukan oleh kaum perempuan untuk menjaga integritas mereka?
Berikut ini ada beberapa godaan yang paling sering dihadapi oleh perempuan. Ada 7 perangkap kemurnian seksual beserta penjelasannya (mengapa, bagaimana perangkap bekerja dan apa akibatnya) serta sikap yang harus diambil agar tak terperangkap, selengkapnya dibahas di majalah Charisma Indonesia edisi Juni-Juli 2010.
Shannon Ethridgeis the author of several books on sexual integrity, including Every Woman's Battle (WaterBrook), from which portions of this article were adapted.
|