The Question Every Woman Asks
Saya ingin mengatakan suatu hal kepada Anda di awal tulisan saya ini, “Saya tahu Anda telah berusaha mencoba dan Anda juga tahu bahwa Anda memang benar-benar telah mencoba. Demikian juga dengan Tuhan sendiri. Ia sangat mengerti jika Anda telah dengan susah payah terus mencoba untuk mengerti, akan seseorang yang sangat Anda cintai: Isteri Anda sendiri!
Selama ini Anda telah berusaha untuk mendengar dan mengerti siapa isteri Anda, namun selalu usaha yang dilakukan berak-hir dalam kebingungan. Anda memberi hadiah, mengatur waktu-waktu romantis berdua, memberikan janji-janji, mengeluarkan semua jurus cinta dan kata-kata manis untuk sekedar meyakinkan dan semua hal yang bisa Anda lakukan. Semua, segalanya. Sayang, apa yang Anda lakukan untuk isteri tercinta sepertinya tidak pernah cukup untuk dia. Setiap usaha Anda kelihatannya selalu basi dari target yang Anda inginkan, semakin hari semakin jauh dari apa yang Anda harapkan.
Kesimpulannya sederhana: Anda telah mencoba dan semua tahu tentang hal ini. Tapi sayang bahwa kenyataannya Anda gagal.
Dalam berbagai kesempatan dan de-ngan seribu satu macam cara, isteri Anda bertanya seperti ini, “Apakah saya terlihat cantik?”
Dan dengan seribu satu macam cara juga Anda menjawabnya seperti ini, “Wow.. Oh My God, kamu betul-betul sangat cantik, kamu adalah isteri yang sempurna untuk saya.”
Mungkin saja isteri Anda tidak pernah atau jarang bertanya secara langsung, meskipun pada kenyataannya ia sangat senang untuk Anda puji secara terbuka. Ada suatu hal yang unik ketika Tuhan menciptakan seorang perempuan: Me-reka didesain dengan sedemikian rupa, lengkap dengan sebuah einginan yang Tuhan taruh dalam jiwa feminisme me-reka, yaitu keinginan untuk selalu bertanya “Apakah saya terlihat cantik?”
Perlu Anda ketahui bahwa kecantikan yang selalu didambakan oleh seorang perempuan, tidak meluluh berbicara tentang kecantikan secara fisik saja. Memang benar bahwa kecantikan tubuh merupakan salah satu bagian.
Namun hal terpenting yang diingin-kan oleh perempuan adalah, seberapapun kecantikan yang dimiliki, mereka ingin diterima oleh sang suami apa adanya.
Jika seorang isteri melakukan kesalahan —fatal atau tidak, besar atau kecil—, apakah sang suami masih bisa melihatnya sebagai seorang perempuan yang paling cantik
Artikel ini dibahas selengkapnya di majalah Charisma Indonesia edisi April/Mei 2010.
|