Superhero pun Butuh Makan
Alexander Awanata
Suatu hari saya bermimpi, di mimpi itu saya melihat ada seorang anak yatim piatu yang hidupnya sebatang kara. Dia berusaha hidup dengan memakan sisa-sisa makanan yang ada di pinggir jalan, di tong sampah, dan dari makanan yang diberikan oleh orang-orang yang kasihan melihat hidup anak ini.
Suatu waktu ada seorang yang sangat kaya raya melihat anak ini, dan tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Dia menyuruh anak buahnya untuk membawa anak ini ke rumahnya. Di rumah orang kaya tersebut, anak ini dimandikan, diberikan pakaian yang bagus. Dan karena orang kaya ini mengasihi anak ini maka anak ini diangkatnya menjadi anaknya.
Sungguh beruntung sekali, saya melihat anak ini begitu bahagia. Tiap hari dia bermain-main di halaman orang kaya ini. Raut wajahnya sungguh bahagia. Tidak terlihat lagi kesulitan yang selama ini terlihat dari wajahnya.
Tetapi ada sebuah hal yang aneh. Anak ini saking asiknya bermain, dia tidak mau makan. Sudah ditawari berkali-kali, tetap dia tidak mau makan. Saya melihat anak ini mulai lemas, dan akhirnya jatuh sakit. Di saat kondisinya kritis, dia baru mau makan lagi, dan pulihlah kondisinya.
Saya terbangun dari tidur. Saya langsung berdoa kepada Tuhan dan bertanya apa arti mimpi itu? Dan Tuhan bicara seperti ini. Anak itu adalah kita. Sering kali waktu kita sudah diangkat Tuhan menjadi anaknya, kita terbuai oleh berkat-berkat dan anugerah-Nya, sehingga kita lupa satu hal yaitu MAKAN. Dan waktu kita lupa makan itu, maka yang terjadi roh kita mulai kelaparan, sakit dan akhirnya bisa sekarat.
Saya kaget begitu mendengar hal itu. Bisa jadi betul juga kita sebagai orang Kristen terlalu sibuk dengan berkat-berkat-Nya, pelayanan dan segala hal yang lain tapi kita justru lupa melakukan hal yang penting tapi simple ini yaitu MAKAN.
Apa makanan rohani kita?
Yoh 4:34, 'Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.’
Makanan Rohani kita adalah melakukan kehendak-Nya. Hal inilah yang sering kali anak-anak Tuhan lupa. Kita begitu asik pelayanan, terbuai dengan berkat-berkat Tuhan. Tetapi kita lupa akan makanan kita. Kita lupa untuk melakukan Kehendak Bapa.
Kita mungkin sudah lama tidak berdoa secara khusus kepada Tuhan untuk berdoa meminta apa kehendak Tuhan dalam hidup kita. Coba saat ini, berdoalah secara khusus meminta kehendak Tuhan.
Bagaimana cara kita mengetahui kehendak Tuhan?
Tuhan bisa berbicara lewat apapun. Tapi yang paling jelas dan valid adalah waktu Tuhan berbicara lewat Firman-Nya. Coba saat ini, berdoalah dan berpuasalah, sungguh-sungguh mencari Tuhan, tanya apa kehendak-Nya dalam hidupmu. Waktu Tuhan memberitahu kehendak-Nya, catat baik-baik, simpan dalam hati dan lakukan.
Orang yang melakukan kehendak Allah dalam hidupnya akan mengalami kehidupan yang luar biasa dan berbeda dari orang lain. SEMANGAT!!
|