HOME    INFORM    COVER STORY    COLUMNIS    SUBSCRIPTION    SPONSORSHIP    CONTACT US   
COLUMNIS
» Seperti Sarang Laba-Laba
» Believe Or Trust
» Orangtuaku Melarang Hubunganku
» Apakah Allah Kecewa Terhadap…
» Rayap Rohani

Sukacita Sejati

Ps. Yusuf Rachman

 

Setiap dari kita pasti merindukan bisa mengalami sukacita dalam menjalani kehidupan ini. Permasalahannya ialah bagaimana agar kita mengalami sukacita yang sejati, mari bersama-sama kita merenungkan dan mempraktikkan renungan yang disarikan dari khotbah Ps. Yusuf minggu lalu.

 

APA ARTI DARI SUKACITA SEJATI?

Sukacita sejati ialah sukacita yang penuh, sukacita yang tidak pernah berkekurangan. Sukacita sejati ialah sukacita yang bukan ditentukan oleh faktor luar, sukacita yang bukan dikarenakan karena kondisi baik, karena menonton acara komedi, tapi sukacita yang ditentukan dari dalam dan mengalir ke luar.

 

                Ingat jika kita salah menentukan faktor-faktor yang dapat menyebabkan kita bersukacita maka kita bukannya akan mengalami sukacita malahan dukacita oleh hal-hal yang kita anggap dapat memberikan sukacita dalam hidup kita. Sebagai contoh ada orang yang berpikir bahwa uang dapat memberikan kebahagiaan dalam hidupnya, akibatnya apabila dia tidak memiliki uang maka dia akan kehilangan sukacita, padahal manusia tidak pernah merasa cukup dalam memiliki uang, senantiasa merasa kurang, kurang dan kurang. Ada lagi orang yang berpikir bahwa popularitas bisa memberikan sukacita dalam hidupnya, tapi fakta menunjukkan ada begitu banyak artis yang hidupnya merasa kesepian, karena popularitas justru membawa dia pada kesepian sehingga diapun kehilangan sukacita. Ada lagi orang yang berpikir bahwa kecantikan/ketampanan akan dapat memberikan sukacita dalam hidupnya, akibatnya dirinya selalu merasa kurang cantik/tampan, senantiasa merasa sukacitanya kurang karena kekurangan dalam penampilannya. Ada lagi orang yang berpikir bahwa manusia bisa memberikan sukacita dalam kehidupannya, sehingga ada begitu banyak orang begitu rindu menikah karena berpikir pasangannya akan memberikan kebahagiaan, tapi penelitian menunjukkan bahwa ada begitu banyak pasangan menikah tidak merasa bahagia sampai pada akhirnya berujung pada perceraian.

 

KUNCI SUKACITA SEJATI

Yohanes 15:9-10 "Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.” Kunci untuk mengalami sukacita sejati, yaitu sukacita yang senantiasa penuh bahkan melimpah keluar ialah kita tinggal di dalam kasih Tuhan.

 

                Tinggal di dalam kasih Tuhan berarti seperti Bapa telah mengasihi Yesus, demikianlah juga Yesus telah mengasihi kita. Yesus bukan akan mengasihi kita tapi Dia TELAH mengasihi kita. Kunci terpenting untuk mengalami sukacita sejati ialah menerima dan menyadari bahwa Yesus telah mengasihi kita. Kata mengasihi bukan berarti sebatas perasaan saja Yesus mengasihi kita seperti kasih yang sering kali terjadi antar manusia, tapi kasih Yesus ialah kasih yang tidak hanya di dalam perasaan saja tapi kasih yang diwujudkan dalam pikiran dan tindakan-Nya terhadap kita. Yesus telah mengasihi kita berarti Yesus telah menerima kita, Yesus telah menghargai kita bahkan Yesus telah dan akan terus bertanggungjawab atas kehidupan kita.

 

KASIH TUHAN MENGUSIR SEGALA KETAKUTAN

Kenapa banyak orang mengejar uang, penampilan fisik, popularitas dan penerimaan manusia untuk mengalami sukacita? Karena sesungguhnya sukacita didapatkan saat manusia merasa aman dalam hidupnya, merasakan damai sejahtera. Mereka berpikir bahwa uang, penampilan fisik, popularitas dan penerimaan manusia dapat memberikan rasa aman, padahal itu adalah hal yang salah, malahan sebaliknya keempat faktor itu bisa memberikan rasa kuatir.

 

                Saat ini siapa yang bisa menjamin apakah uang kita akan tetap bisa bertahan nilainya? Setiap saat bisa saja keguncangan terjadi dan uang itu tiba-tiba lenyap dari genggaman kita. Siapa yang bisa menjamin bahwa penampilan fisik kita tidak akan berubah? Seiring pertambahan umur maka kita akan semakin mengalami kemerosotan dalam fisik. Siapa yang bisa menjamin juga popularitas kita tidak akan pernah berkurang? Siapa juga yang bisa menjamin bahwa manusia tidak akan mengecewakan kita?

 

                Karena itu sesungguhnya jika kita mendasarkan hidup kita di dalam kasih Tuhan, maka kita akan merasakan ketenangan dan damai sejahtera yang sejati karena Dia adalah Allah yang tidak pernah berubah, dulu, sekarang sampai selamanya (Ibrani 13:8). KasihNya terhadap kita tidak pernah berubah sebab Allah adalah kasih. Waktu kita menyadari dan tenggelam dalam kasih, penerimaan dan pemeliharaan Allah atas hidup kita maka segala ketakutan, kekuatiran dan kekecewaan akan lenyap.

 

                Berkurangnya uang, penampilan fisik, popularitas dan penerimaan manusia tidak sanggup mencuri sukacita yang ada di dalam hati kita, sebab sukacita sejati bukanlah hasil usaha dan kerja keras kita tapi karena kita hidup intim serta melekat pada Tuhan. Sukacita adalah buah Roh Kudus, itu terjadi saat kita terus menyerap kasih Kristus lewat merenungkan dan mengalaminya hari demi hari.

 

PENUTUP

Saat ini apakah yang menjadi penghalang Anda untuk bersukacita? Jangan sampai kita mengejar hal yang sia-sia dan percuma seperti yang dikatakan oleh Salomo, seorang raja yang sudah menikmati segala hal yang diinginkan oleh manusia di muka bumi ini, namun di akhir kehidupannya dia mengatakan Pengkhotbah 12:8 “Kesia-siaan atas kesia-siaan, kata Pengkhotbah, segala sesuatu adalah sia-sia.” Tetap semangat, Tuhan memberkati.



   
home | news | columnis | cover story | subscription | contact us | Login Email Charisma