Put God In Your Marriage
Malam ketika untuk pertama kalinya bertemu suami saya, Danny Lots, saya berumur 17 tahunn dan baru saja lulus SMU. Danny adalah seorang laki-laki yang tumbuh dewasa dalam sebuah keluarga Kristen yang taat, dimana Ayahnya adalah seorang gembala di sebuah gereja kecil di kota New York.
Danny menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya pribadi di saat ia masih remaja dan sejak saat itu ia terus bertumbuh menjadi anak muda yang takut akan Tuhan. Singkat kata, Danny adalah tipikal cowok idola bagi setiap remaja puteri di jaman itu. Setahun lebih setelah hari perkenalan kami itu, Danny dan saya menikah di gereja yang sama dimana ayah dan ibu saya menikah, 23 tahun sebelumnya.
Setelah menikah, kami pindah ke sebuah rumah kecila dan pada usia 18 tahun, dimana semua teman-teman saya yang lain sedang menikmati masa-masa kuliah dan merencanakan karir mereka, saya telah menjadi seorang ibu rumah tangga. Mengepel lantai, memasak, belanja ke pasar dan bekerja paruh waktu adalah kegiatan saya sehari-hari, Itu sangatlah luar biasa!
Sepuluh tahun kemudian, kami pindah ke kota dimana Danny bekerja sebagai dokter gigi penuh waktu. Waktu itu kami telah dikaruniai 3 orang anak, sementara saya bekerja sebagai pekerja sosial dan juga mengajar di sebuah kelas sekolah Alkitab yang dihadiri oleh 500 perempuan setiap pertemuannya. Tanpa saya sadari kesibukan telah benar-benar “menelan” hidup saya. Saya menjadi sangat kaget ketika suatu pagi saya bangun, kemudian menyadari hey… saat ini saya terikat dalam sebuah pernikahan namun sayang, sebuah pernikahan yang cintanya sudah menguap tak berbekas! Saya tidak akan pernah lupa bagaimana paniknya saya pagi itu. Saya kemudian berlutut dan mulai berdoa kepada Tuhan, meminta pertolongan.
Jika Anda merasa terjebak di dalam suatu pernikahan dimana cinta tidak ada lagi, Puji Tuhan! Itu berarti Anda memiliki harapan yang besar, persis seperti apa yang saya alami. Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah, undanglah Yesus Kristus untuk menjadi bagian dalam pernikahan Anda.
Baca artikel ini selengkapnya di majalah Charisma Indonesia edisi Juni-Juli 2010.
|