Perisai Terbaik
Jellia Puspa Purnama
Mazmur 91:4
Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok
Sifat apa yang paling diinginkan dari seseorang? Amsal 19:22 “Sifat yang diinginkan pada seseorang ialah kesetiaannya; lebih baik orang miskin daripada seorang pembohong.” Ternyata kesetiaan adalah hal yang paling diinginkan di dunia ini, mengapa orang sangat menginginkan kesetiaan? Mzm 91:4b mengatakan bahwa kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok, ternyata mengapa orang memerlukan kesetiaan dalam hidup ini sebab kesetiaan itu bagai perisai dan pagar tembok dalam hidup kita.
PERISAI DAN PAGAR TEMBOK
Perisai dan pagar tembok atau dalam bahasa Inggrisnya disebut sebagai tembok kota berguna untuk satu hal yaitu pertahanan. Tidak ada orang yang berperang hanya membawa pedang saja, tapi dia pasti membawa perisai. Mengapa? Karena dalam peperangan, kita tidak hanya menyerang saja namun harus dapat bertahan juga terhadap serangan musuh, perisai adalah benda yang dipakai untuk melakukan pertahanan. Demikian juga dengan pagar tembok/tembok kota, berguna untuk menahan serangan musuh terhadap kota, jika tidak ada tembok kota maka musuh dapat dengan mudah menyusup dan menghancurkan kota yang kita bangun.
Demikian juga dalam kehidupan ini, kita tidak cukup hanya melakukan penyerangan, tidak cukup hanya membangun dan mendirikan saja, tanpa adanya perisai dan tembok kota maka apa yang telah kita bangun, dapat hancur kembali. Sebagai contoh dalam keluarga mungkin kita bertanya-tanya hal apakah yang dapat membuat keluarga saya tetap bertahan? Dalam usaha/bisnis, kita bertanya-tanya hal apakah yang dapat membuat bisnis/usaha tetap bertahan, apakah yang dapat saya pegang, apakah klien, suplier, rekan kerja saya dapat tetap setia? Dalam gereja juga kita bertanya-tanya, hal apakah yang dapat membuat gereja tetap bertahan? Pertahanan memang merupakan masalah yang tidak dapat dianggap sepele, semua orang membutuhkan rasa aman dalam hidup ini.
Salah satu mengapa banyak orang memiliki ketakutan, kekuatiran dalam hidupnya ialah karena merasa bingung akan jaminan kepastian di hari-hari yang akan datang, adakah sesuatu yang bisa memberikan rasa aman, sedangkan kalau kita melihat keadaan dunia ini sepertinya tidak ada satu halpun yang bisa menjadi pegangan. Ada orang mungkin berpikir semakin banyak uang yang dimiliki maka hidupnya akan makin merasa nyaman, tapi seberapa banyak uangkah yang harus dimiliki agar kita merasa aman? Apakah uang akan setia dapat menjaga keberadaan hidup kita? Ada banyak orang yang memiliki uang begitu banyak, tapi hanya karena sakit penyakit saja uangnya bisa habis dalam waktu seketika. Ada lagi yang mungkin berpikir bahwa semakin banyak teman, maka hidup akan makin terasa nyaman. Tapi di jaman yang serba sukar seperti sekarang ini, siapakah teman yang bisa diandalkan kesetiannya? Manusia bisa saja dalam satu waktu berubah setia karena kondisi yang memaksa dia untuk berubah.
KESETIAAN TUHAN ADALAH PERISAI DAN PAGAR TEMBOK
Agar hidup kita merasa aman maka sesungguhnya kesetiaan yang dapat kita andalkan ialah hanya kesetiaan Tuhan. Itulah sebabnya Mazmur 91:4b mengatakan bahwa “kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok.” Kesetiaan Tuhan itu dapat kita andalkan untuk menjadi pertahanan dalam hidup kita, bagaikan perisai dan pagar tembok dalam kehidupan ini.
Ada sebuah kisah nyata dari seorang tokoh yang bernama Chris Medina, peserta dari American Idol. Kisah hidupnya menginspirasi jutaan orang di dunia. Pada tahun 2007, setelah 8 tahun menjalin hubungan dengan kekasihnya Julianne maka Chris memutuskan untuk melamar Julianne dan berencana untuk menikah 2 tahun kemudian pada tahun 2009. Namun 2 bulan sebelum upacara pernikahan dilakukan, Julianne mengalami kecelakaan mobil yang mengakibatkan otaknya mengalami kerusakan sehingga Julianne sempat koma dan dinyatakan oleh dokter tidak akan mengalami kesembuhan. Namun Chris tetap yakin bahwa kekasihnya akan sembuh dan benar 1,5 bulan kemudian Julianne siuman dari komanya namun Julianne tidak mengalami pemulihan total, dia mengalami kelumpuhan dan harus duduk di kursi roda.
Sebenarnya bisa saja Chris Medina melepaskan wanita ini, namun dia berkata bahwa laki-laki macam apakah dia jika dia mengucapkan perkataan namun tidak bersungguh-sungguh dengan perkataan itu, laki-laki macam apakah dia jika meninggalkan perempuan yang telah Tuhan berikan baginya di saat perempuan itu sangat membutuhkannya.
Kisah hidupnya ini begitu menginspirasi, sampai lagu yang berjudul “What Are Words” yang ditulis dan dinyanyikan oleh Chris Medina meledak di pasaran, karena hingga sekarang, 2 tahun setelah peristiwa itu terjadi Chris Medina masih setia menantikan perempuan pilihannya itu mengalami kesembuhan. Seluruh biaya yang tadinya akan digunakan untuk pernikahan dipakai untuk biaya pengobatan Julianne.
Jika manusia saja bisa memiliki ketetapan hati untuk setia seperti itu terhadap calon pasangan yang mengalami kelumpuhan, apakah kesetiaan Tuhan dapat terkalahkan oleh kesetiaan manusia? Apakah Tuhan saat mengucapkan dan menuliskan perkataan-Nya dalam Alkitab dan dalam loh hati kita itu hanya sekedar perkataan penghiburan untuk menentramkan batin kita? Lewat lagu “What Are Words” seakan Tuhan berkata pada kita “Tuhan macam apakah Aku ini jika Aku meninggalkanmu di saat engkau sangat memerlukan Aku. Tuhan macam apakah Aku ini jika Aku tidak bersungguh-sungguh dengan perkataan yang Kuucapkan”
Hari ini, biarlah hati kita hanya terpikat pada kesetiaan Tuhan sebab kesetiaan-Nya sudah terbukti lewat Yohanes 3:16 “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Percayalah dan tetaplah setia mengikut Tuhan karena sekali-kali Tuhan tidak pernah tidak setia dalam hidup kita. Dia pasti menepati janji-Nya dan Dia pasti bersama-sama dengan kita dalam segala permasalahan yang kita hadapi.
|