|
COLUMNIS
|
Menggarami Dunia Kedokteran Dengan Hati Misi
Oleh dr. Dasaad Mulijono
Dalam profesi saya sebagai doker, ada banyak jiwa yang dimenangkan untuk Tuhan dan ini menurut saya adalah sebuah anugerah. Saya selalu mengatakan pada setiap pasien bahwa yang saya lakukan ini adalah kebenaran yang saya yakini. Urusan mau percaya atau tidak percaya, menerima atau tidak menerima selalu saya tekankan bukan menjadi urusan saya tetapi tetap merupakan pilihan yang harus diambil oleh mereka. Sebagai seorang dokter jantung, saya akan selalu berkata kepada pasien untuk berusaha hidup sehat, jangan merokok, obat diminum, turunkan berat badan, jaga kadar gula dan tekanan darah. Ketika nasihat ini tidak dilakukan dan terjadi sesuatu atas mereka, maka saya tidak akan terbebani lagi karena apa yang menjadi kewajiban sudah saya kerjakan. Lain halnya jika saya tidak melakukan apa saja yang seharusnya dikerjakan. Ketika orang itu mengalami fatal, saya akan merasa menjadi bagian dari hal itu. Kunci utama dari kenapa saya memiliki hati untuk menggarami dunia sesuai dengan bidang pekerjaan saya adalah hukum yang terutama dimana Tuhan minta kita untuk mengasihi Dia dengan segenap hati, pikiran, tubuh, akal budi dan segenap kekuatan kita.
Ketika seorang Kristen ditempatkan dalam sebuah dunia kerja maka yang harus dimengerti terlebih dahulu adalah apa artinya menjadi seorang Kristen. Seorang dokter Kristen harus memiliki buah-buah roh dalam menjalankan profesinya di samping memiliki tanggung jawab moril terhadap setiap pasien yang ia tangani. Idealnya kerajaan Tuhan harus datang dan hadir di rumah sakit seperti di dalam sorga. Artinya adalah docket-dokter Kristen harus memiliki karakter Kristus di dalam dirinya.
Contoh praktisnya sederhana. Jangankan untuk berbuat kebaikan, pasien yang ada di kelas III aja sudah diperlakukan beda dengan mereka yang ada di kelas VIP. Menurut saya ini adalah dosa di mata Tuhan. Perhatikan bahwa ketika seorang pasien yang di rawat di kelas VIP, maka dokter atau katakanlah pihak rumah sakit, sudah menerima upah mereka dengan lunas. Namun berbeda dengan pasien yang ada di kelas III. Bisa saya katakan bahwa upah dari orang-orang ini akan terbayar di sorga. Saya lebih senang untuk menabur dan menabung sesuatu di sorga dari pada mengharapkan upah di bumi dimana orang-orang kaya akan memberkati saya karena kepandaian yang Tuhan berikan kepada saya. Upah dari semua apa yang saya lakukan sudah saya ambil. Saya bisa menyekolahkan anak, membeli apa yang saya perlukan, saya bisa makan tiga kali sehari, ini adalah upah yang sudah saya terima.
Banyak orang yang tidak mengerti prinsip ini karena menurut saya saat ini pengajaran yang keluar bukan lagi pengajaran tentang kebenaran yang murni. Yang sering terjadi adalah ketika kebenaran sejati diajarkan, maka orang akan bilang lebih baik saya pindah gereja karena pengajaran ini tidak bisa menyenangkan telinga saya. Analoginya seperti ini. Sebagai seorang dokter, saya tidak akan mungkin berkata seperti ini untuk menyenangkan pasien kita,”Oh tidak apa-apa untuk merokok.”
Beberapa pasien mengatakan saya dokter yang galak karena melarang mereka untuk melakukan banyak hal terkait dengan kesehatan mereka. Ada juga yang membandingkan saya dengan dokter lain yang katanya jauh “lebih baik”.
Memang betul, ketika kita kembali ke esensi kenapa orang mendirikan rumah sakit maka saya harus katakan bahwa sangat benar rumah sakit swasta itu didirikan untuk menghasilkan uang. Semua perlu uang. Tapi yang saya ingin katakana bahwa sebetulnya tidak perlu takut rumah sakit akan sepi. Yang terpenting adalah ketika rumah sakit itu diurapi oleh Tuhan, maka tidak perlu kuatir dengan sisi bisnisnya. Pasti diberkati. Banyak orang yang sayangnya belum bisa melihat hal-hal supranatural seperti ini. Jika orang mendirikan rumah sakit dan undang Roh Kudus untuk bertahta di sana, pasti akan luar biasa. Ingat bahwa Yesus Kristus adalah dokter di atas segala dokter. Dokter di dunia bisa salah. Siapa yang bisa membuat orang lumpuh berjalan, membangkitkan orang mati, menyembuhkan AIDS, memulihkan stroke. Semua hanya oleh kuasa Firman Tuhan yang hidup. Begitu butanya mata banyak praktisi kesehatan sehingga yang ditekankan adalah kesembuhan secara medis saja. Bayangkan jika setiap pasien itu di bawa kepada pengertian akan mujizat Tuhan. Penerapannya sederhana. Kita bisa menceritakan bahwa ada dokter di atas segala dokter. Yang terjadi adalah ketakukan dimana rumah sakit sepi karena semua orang sembuh. Dalam hal ini saya percaya Tuhan tidak pernah berhutang dan Dia itu sangat adil. Firman Tuhan berkata Dia akan membawa orang-orang yang tidak Ia kenan untuk memberkati anak-anak Nya.
Saya sering bertemu dengan orang-orang yang sangat diberkati dengan keuangan dan selalu saya dorong kepada mereka untuk mendirikan rumah sakit. Bahkan saya memiliki mimpi untuk buat rumah sakit berlantai tujuh dimana lantai ketujuh itu didedikasikan untuk Tuhan dimana orang bisa berdoa, memuji dan menyembah Tuhan di sana. Persis seperti Daniel yang setiap hari hidup untuk Tuhan. Ketika urapan Tuhan turun, maka rumah sakit akan penuh dengan kasih Tuhan.
Saya membeli peralatan home theater yang saya taruh di ruangan praktek saya di rumah sakit dengan uang saya sendiri. Orang bertanya mengapa di dalam ruangan praktek seorang dokter jantung harus memiliki fasilitas audio visual yang lengkap seperti itu? Di sini pasien bisa mendengar lagu-lagu rohani, menonton khotbah-khotbah, melihat film-film rohani dan sebagainya. Saya percaya bahwa sebagai anak-anak Tuhan kita itu memiliki otoritas dan karismanya Tuhan sendiri. Ini terbukti ketika suatu hari saya kedatangan seorang pasien yang berasal dari agama seberang. Di dalam kamar praktek, saya menyetel lagu-lagu natal padahal waktu itu bulan February. Tanpa sepengetahuan saya, pasien saya ini ternyata kurang suka dengan apa yang mereka dengar di kamar praktek. Namun dari segi kedokteran, saya tetap memberikan pelayanan pengobatan yang terbaik. Namun pada akhirnya, pasien saya ini mengajukan komplain ke pihak manajemen dan mengatakan bahwa dai kurang suka dengan dokter Dasaad. Ketika dikonfirmasi hal apa yang tidak ia sukai dari saya, pasien ini tidak bisa menjawab. Ketika di desak, akhirnya alasan yang keluar adalah saya kurang bisa menjelaskan dengan baik hal-hal yang terkait dengan penyakitnya. Ketika persoalan ini dilemparkan kepada bagian marketing pribadi saya, staff saya ini meminta maaf dan menawarkan untuk kembali berbicara dengan saya dan menanyakan apa saja yang menurut mereka tidak jelas. Tapi lagi-lagi pasien saya ini tidak mau untuk kembali berbicara dengan saya. Setelah coba untuk didekati, akhirnya mereka mengakui bahwa mereka tidak senang dengan lagu-lagu rohani yang mereka dengar di dalam kamar praktek saya. Ajaibnya adalah marketing saya yang juga bukan seorang Kristen, kemudian menjelaskan bahwa rumah sakit tempat saya bekerja adalah rumah sakit yang berdasarkan kasih dan yang terpenting untuk pasien adalah pelayanan kesehatan serta dokter yang bisa mengasihi pasiennya. Kemudian marketing saya berkata lagi seperti ini,” Masalah lagu rohanim itu adalah hak pribadi dokter. Yang penting Ibu tidak dilecehkan atau dikasari oleh dokter dan itu adalah hal yang sangat penting.” Luar biasa. Pada akhirnya, pasien ini kemudian bisa menerima, minta maaf atas kekhilafannya dan selanjutnya sampai sekarang tetap menjadi pasien saya, tentunya dengan lagu-lagu rohani yang ia selalu dengarkan di kamar praktek saya. Ini adalah pekerjaan Roh. Tidak mungkin dengan kekuatan saya. Yang saya miliki hanyalah kerinduan untuk menjadi berkat dan mengimpartasikan nilai-nilai kebenaran seberapa yang saya bisa lewat pekerjaan. Saya percaya ketika seorang dokter hidup dengan buah-buah roh, maka tidak ada yang bisa menentang tidak peduli latar belakang kepercayaan sekalipun.
Memang dalam hal penginjilan ini saya juga masih terbatas. Dalam beberapa kasus, para pasien meminta saya untuk melakukan hal itu. Saya selalu berkata,” Memang saya tidak bisa menyembuhkan semua penyakit secara medis tapi saya memiliki seorang dokter di atas segala dokter bernama Yesus Kristus.” Setelah itu saya biasanya bertanya apakah mereka mau untuk mengenal pribadi Agung ini. Jika jawabannya ya, maka penginjilan pun dimulai saat itu. Beberapa pasien berkata mereka justru menemukan dan mengenal Yesus di rumah sakit. Ini adalah hal yang luar biasa. Semua adalah pekerjaan Tuhan Yesus, karya ajaib Kristus. Tidak ada yang bisa saya andalkan dengan semua ilmu kedokteran yang saya miliki, sama sekali tidak ada.
Saya selalu menekankan kepada suster-suster di rumah sakit supaya bekerja dengan memancarkan kemuliaan Tuhan. Tidak mungkin untuk kita menerangi rumah sakit jika kita tidak terlebih dahulu memancarkan terang itu. Sering terjadi adalah ketika saya menginjili pasien, kemudian mereka menghilang dan tidak datang lagi. Kemudian, setahun kemudian tiba-tiba datang, membawa kesaksian pertobatan mereka dan kemudian menjadi pasien saya lagi. Sungguh Tuhan kita itu ajaib. Tidak ada yang perlu dikuatirkan ketika kita taat akan Firman Tuhan. Saya tidak pernah memikirkan apakah pasien saya akan kembali atau tidak. Yang selalu saya pikirkan adalah bagaimana Firman Tuhan bisa bertumbuh di dalam setiap pasien saya.
Suatu ketika ada seorang pasien jantung yang datang ke rumah sakit untuk mencari salah satu dokter yang hari itu tidak sedang berada di tempat. Yang ada waktu itu adalah saya. Pasien ini adalah seorang Bapak dan diantar oleh isterinya. Ketika bertemu dengan saya, pertanyaan yang pertama ditanyakan oleh Ibu ini adalah apakah saya seorang Kristen atau bukan. Saya menjawab bahwa saya orang Kristen lahir baru. Menurut cerita isterinya, malam sebelumnya Bapak ini telah meninggal selama satu setengah jam, dengan mulut berbusa akibat terkena serangan jantung. Oleh iman dari Ibu ini yang adalah seorang percaya, Bapak ini bisa bangkit kembali dari kematiannya setelah didoakan selama satu setengah jam oleh sang isteri. Selesai bercerita, ia bertanya apakah saya percaya mengenai kebangkitan suaminya. Saya menjawab lagi bahwa ya saya percaya akan ceritanya.
Saya kemudian menindaklanjuti dengan tindakan katerisasi (pemeriksaan kondisi jantung) untuk mengetahui penyebab meninggalnya sang suami. Sesaat setelah katerisasi, ternyata ada begitu banyak penyumbatan yang terjadi di dalam jantung bapak ini. Saya menemukan bahwa fungsi jantungnya tinggal 18% . Menurut ilmu medis, kalaupun orang ini bisa hidup lagi itu tidak akan lama sebelum ia akan kembali meninggal selamanya. Dalam istilah medis, bapak ini telah mengalami apa yang dinamakan cardiac arrest at home. Banyak rekan dokter yang percaya bahwa ibu ini bohong mengenai kebangkitan suaminya. Mereka berkata bahwa mungkin ibu ini melakukan pertolongan pertama yang sangat vital sehingga suaminya bisa kembali hidup, namun tidak berkata jujur. Sebaliknya, saya tetap mengatakan bahwa bapak ini bangkit dari matinya dan saya ditertawakan karena hal ini. Singkat cerita, kami merawat bapak ini dan pada hari kelima ia dipindahkan ke ruangan biasa setelah sebelumnya dirawat di ruang ICU. Intinya bapak ini menunjukkan kemajuan yang positif meskipun fungsi jantungnya masih sangat lemah.
Suatu hari saya ada pemberitahuan bahwa ada situasi darurat dengan salah satu pasien jantung –kasus cardiac arrest-. Menjadi kewajiban setiap dokter yang ada untuk membantu apabila situasi seperti ini terjadi. Oleh sebab itu, saya langsung menuju ruangan gawat darurat. Saya sangat terkejut ketika tahu bahwa ternyata pasien yang sedang gawat adalah bapak yang bangkit dari kematian itu. Saya kemudian bertanya kepada salah seorang dokter sudah berapa lama proses resusitasi (bantuan pernapasan dengan cara menekan dada atau dengan sistem kejut untuk mengembalikan detak jantung) dilakukan. Mereka menjawab sudah lebih dari 20 menit. Menurut ilmu kedokteran, ketika seseorang dengan cardiac arrest seperti telah diresusitasi selama 20 menit dan tidak ada hasil apa-apa, berarti si penderita positif akan dinyatakan meninggal dunia.
Isteri dari bapak ini kemudian memegang tangan saya dan berkata,”Dokter, Anda adalah seorang Kristen. Jangan lepaskan suami saya karena ia belum siap. Ia akan pergi neraka jika ia mati hari ini.” Mendengar itu, saya menjadi sangat terbeban dengan jiwa bapak ini. Rekan-rekan dokter yang lain sudah menyerah dan tidak mau lagi untuk memberikan pertolongan. Mereka menganggap bahwa bapak ini tidak mungkin bisa tertolong lagi. Akhirnya saya mengambil alih proses pertolongan ini. Disaksikan dokter-dokter serta perawat, saya berbahasa roh, berdoa sambil isterinya menumpangkan tangan atas tubuh bapak ini. Lima belas menit setelah melakukan resusitasi, ia akhirnya dibangkitkan dari kematian. Keputusan selanjutnya adalah membawa bapak ini ke Singapore untuk di operasi by pass jantung. Salah seorang dokter di rumah sakit Singapore menolak karena menganggap tidak ada harapan untuk hidup lebih lama. Dokter ini berkata,”Jangan rusak reputasi saya karena bapak ini pasti akan mati.” Sang isteri berdoa di kantin rumah sakit sampai tiba-tiba ada seorang dokter Kristen menghampiri ibu ini dan bertanya ada apa. Setelah menceritakan semua, dokter Kristen ini berkata,” Harapan memang tipis tapi masih ada Yesus Kristus yang bisa melakukan operasi dengan sempurna.” Dengan segala resiko dan iman yang teguh, dokter Kristen ini memutuskan mengoperasi Bapak Kusno. Hasilnya, sampai hari ini beliau sehat sempurna dan bahkan ketika suatu ketika ia kembali kepada saya dan membicarakan niatnya untuk mendaki gunung Sinai di Israel. Saya mengecek fungsi jantungnya dan menemukan bahwa sebetulnya ia tidak akan cukup kuat untuk melakukan perjalanan ke Israel, apalagi mendaki gunung Sinai. Namun itulah ajaibnya Tuhan kita. Saya katakana kepada bapak ini,”Inilah waktu untuk bersungguh-sungguh dengan Tuhan karena kalau tidak, nanti mati masuk neraka.”
Hari ini, ia adalah seorang anak Tuhan yang sungguh-sungguh. Lahir baru dan sangat mengasihi Tuhan. Ia berhasil mendaki gunung Sinai tanpa kesulitan dan sampai detik ini sehat serta segar bugar. Ajaib Tuhan kita . Ilmu medis terbatas, saya juga terbatas. Yang tidak terbatas adalah Tuhan kita. Kemuliaan hanya layak diberikan kepada Yesus Kristus saja.
Saya ingin menginspirasikan kepada semua yang berkecimpung dalam dunia kerja, bahwa sangat penting untuk menjadi orang kudusnya Tuhan dalam apapun profesi kita. Harga yang dibayar pasti ada tapi bersama Tuhan semua pasti bisa kita lewati. Dunia kerja ada untuk dimenangkan dan hal ini sangat bisa untuk dilakukan. Mari terus menjadi berkat dimanapun kita ditempatkan.
-----------------------------------------------------------------------------------------------
Dokter Dasaad Mulijono MBBS (Hons), FIHA, FRACGP, FRACP, FIMSANZ, Ph.D, saat ini bekerja di Rumah Sakit Omni International Alam Sutera BSD. Ia juga membuka klinik di bilangan Roxy Jakarta Pusat. Ia telah menulis sebuah buku berjudul Lahir Manangis Mati Tertawa. Ia lulus dengan predikat Summa Cum Laude dari Universitas Indonesia dan memperoleh jenjang pendidikan tertinggi di Australia dalam bidang kedokteran, dimana ia belajar selama empat belas tahun. Ia adalah dokter Indonesia pertama yang memperoleh gelar spesialisasi penyakit jantung dari Australia. Saat ini menikah dengan Eriawaty dan dikaruniai sepasang anak-anak yang luar biasa, Spencer Mulijono dan Brinly Mulijono.
|
|