HOME    INFORM    COVER STORY    COLUMNIS    SUBSCRIPTION    SPONSORSHIP    CONTACT US   
COLUMNIS
» Seperti Sarang Laba-Laba
» Believe Or Trust
» Orangtuaku Melarang Hubunganku
» Apakah Allah Kecewa Terhadap…
» Rayap Rohani

Mengapa Kamu Kuatir

Jellia Puspa Purnama (Yelli)

 

Seperti apakah kita mengenal Tuhan sejauh ini? Banyak orang yang telah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamat dalam hidupnya tetap hidup dalam kekuatiran dan ketakutan. Apakah itu adalah saya? Apakah itu adalah Saudara? Satu hal yang pasti, tidak ada orang yang luput dari serangan kekuatiran dan ketakutan? Namun hal ini akan dapat diatasi jika kita kembali percaya pada kebenaran Firman Tuhan dan bukan pada pikiran serta pengertian kita sendiri.

 

HIDUP LEBIH PENTING DARI MAKANAN DAN PAKAIAN

Matius 6:25 "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?”

                Tuhan katakan bahwa jangan kita kuatir akan hidup kita, akan apa yang hendak kita makan atau minum, akan apa yang hendak kita pakai. Terjemahan King James menuliskan “Take no thought your life” artinya jangan terlalu memikirkan masalah kehidupan sehari-hari. Orang yang hidup dalam kekuatiran banyak mengambil waktu untuk memusingkan perkara-perkara duniawi, padahal kata Tuhan, hidup itu lebih daripada hanya perkara-perkara makan, minum dan pakai.

                Apabila kita melihat kata aslinya, merimnaó, berarti cemas, gelisah, tidak tenang dan pikiran yang terdistraksi atau terbagi perhatian. Jangan anggap sepele perkara kekuatiran karena itu bisa mendistraksi hidup kita dan sering kali yang membuat pikiran kita menjadi cemas, gelisah dan tidak tenang ialah perkara-perkara yang ada di dunia ini.

 

PANDANGLAH BURUNG-BURUNG DI UDARA

Kekuatiran, kecemasan, kegelisahan akan timbul saat kita merasa tidak adanya jaminan keamanan dalam hidup ini. Memang tidak dapat disangkal apalagi buat kita yang telah berkeluarga, sering kali perkara-perkara duniawi menganggu dan bisa membuat kita hidup dalam kekuatiran.

Matius 6:26 “Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?”

                Tuhan katakan untuk kita melihat ciptaan-Nya yaitu burung-burung di langit yang tidak menabur dan menuai, juga tidak mengumpulkan bekal di lumbung, namun diberi makan oleh Bapa di Sorga. Nah inilah yang membuat kita berbeda dengan burung-burung di udara, yaitu mereka yakin dengan pemeliharaan Bapa sedangkan kita tidak menyadari akan kasih Bapa.

                Mari kita renungkan hal ini, sebagai orangtua yang baik, adakah kita tidak memikirkan kehidupan dari setiap anak-anak kita, entah itu mulai dari kehidupan mereka sehari-hari yaitu apa yang akan mereka makan, minum dan pakai sampai perkara-perkara besar seperti kebutuhan sekolah, apa yang akan menjadi masa depan mereka nantinya, warisan apa yang bisa kita tinggalkan pada anak-anak kita?

                Jika kita sebagai orangtua yang tidak sempurna dan terbatas saja bisa memiliki pemikiran seperti itu, maka terlebih lagi Bapa kita di Sorga. Apakah tidak mungkin Dia melakukan perkara yang sama seperti yang kita lakukan? Bapa di Sorga pastilah sangat memikirkan perkara-perkara kehidupan kita, itulah sebabnya Dia berkata,”JANGAN KUATIR!!” Jika orangtua sampai berkata kepada anaknya untuk tidak kuatir, berarti itu memang benar-benar mengatakan untuk tidak kuatir karena sang orangtua memiliki keyakinan akan kemampuannya untuk memenuhi kekuatiran sang anak.

 

KEKUATIRAN TIDAK AKAN MENAMBAH APAPUN

Kekuatiran tidak akan pernah membawa kita kemanapun dan tidak akan pernah menambahkan hal apapun dalam hidup kita selain daripada kecemasan, ketidaktenangan dan kegelisahan. Lagi dalam Matius 6:28-30, Tuhan menyuruh kita untuk memperhatikan bunga bakung, tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal namun dibandingkan segala kemegahan Salomo tidak ada yang sanggup mengalahkan keindahan bunga bakung.

                Orangtua yang baik pasti ingin “mendandani” setiap anak-anaknya, karena seperti apa keadaan anak, itu adalah cerminan orangtuanya. Demikian juga dengan Bapa di Sorga, Diapun sangat ingin mendandani kita karena seperti apa keadaan kita adalah cerminan dari kemuliaan Bapa. Orang-orang yang hidup dalam kekuatiran ialah orang-orang yang kurang menyadari akan perkara ini, merasa hidupnya hanya sendirian tanpa dipedulikan oleh Bapa di Sorga, padahal itu adalah kesalahan besar.

 

KESIMPULAN

Hari ini, biarlah kita semakin mengenal dan hidup dalam kasih Bapa yang sempurna, karena hanya waktu kita hidup oleh kasih-Nya maka itu akan menghilangkan segala ketakutan, kegelisahan dan kekuatiran. Carilah dan lihatlah Dia senantiasa, maka segalanya terus ditambahkan dalam kehidupan kita.



   
home | news | columnis | cover story | subscription | contact us | Login Email Charisma