HOME    NEWS    COVER STORY    COLUMNIS    SUBSCRIPTION    SPONSORSHIP    CONTACT US   
COLUMNIS
» Mendidik Anak dengan KATA…
» Mendidik Anak dengan SENYUM
» MELINDUNGI ANAK
» MIMPI SANG PENGEMIS
» THE LANGUAGE OF FAITH

Mematahkan Kebiasaan Khawatir

Ketika saya bertanya kepada hadirin dimana saja, “Apakah Anda khawatir?” Responnya adalah hampir selalu, “Ya!” Banyak yang mengakui memiliki gelar master dalam hal kekhawatiran. Mereka telah menyempurnakan seni mengkhawatiri dengan praktik seumur hidup. Dan dalam segala kekhawatiran, tidak ada nilai nyata yang bertambah.

 

Kekhawatiran tak akan pernah mengubah hasil, memecahkan masalah atau mengundang mukjizat. Kreativitas bisa. Ketekunan bisa. Tindakan bisa. Doa bisa. Tetapi kekhawatiran tidak bisa. Kenyataannya, kekhawatiran akan mencegah Anda dari melakukan semua hal yang akan membuat perubahan.

 

Kita telah menerima nasihat yang baik tentang kekhawatiran : “Siapa dari antara kamu yang dengan kekhawatiran dapat menambah sehasta saja dalam hidupnya?” (Mat 6:27).

 

Apa yang kita beri perhatian kita beri makan, dan apa yang kita beri makan tumbuh. Ketika kita memberi makan permasalahan kita dengan kekhawatiran, mereka menjadi seperti raksasa.

 

Penulis dan pembicara Brian Tracy menulis bahwa kekhawatiran sebenarnya adalah tujuan yang terbalik. Dalam The Psychology of Achievement, ia mengingatkan, “Kita sedang berjalan dengan pimpinan dari pemikiran kita yang paling dominan.”

 

Teori Tracy selaras dengan saya, khususnya setelah saya memiliki kesempatan untuk menguji validitasnya secara fisik.

 

Saya melakukan inline skating—meskipun saya memiliki ketakutan terjatuh seumur hidup saya. Anak laki-laki saya, Tabor, yang sedang duduk di kelas lima pada saat itu, sangat alamiah dalam hal ini. Ia melesat seperti peluru menuruni taman dekat rumah kami, tetapi saya tertatih-tatih dengan hati-hati, takut terlalu cepat dan terjerembab.

 

Dalam 15 menit ambulans datang. Dalam ruang gawat darurat, saya mengeluh kepada Tabor. “Kamu memakai inline skates untuk pertama kalinya dan memiliki perjalanan yang indah. Saya memakai mereka dan memanggil 9-1-1 (red. telepon gawat darurat).”

 

“Jawabannya begitu mendalam. “Semua yang kupikirkan waktu itu adalah melaju lebih cepat, dan semua yang kamu pikirkan adalah jatuh. Kurasa kita berdua berakhir pada apa yang kita pikirkan.”

 

Kita dihadapkan pada apa yang kita pikirkan. Itulah mengapa kita mendapatkan apa yang kita takutkan dan bukan yang kita inginkan.

 

(Waktu) dan lagi-lagi saya temukan bahwa kekhawatiran dan ketakutan tidak dapat hidup di tempat yang sama dengan harapan dan tindakan. Yang satu akan selalu mengendalikan yang lainnya. Ketika kamu berdiri dengan iman dan mengambil tindakan positif, kamu mengusir kekhawatiran dan ketakutan. Ketika kamu mengijinkan ketakutan dan kekhawatiran untuk tinggal, harapan dan tindakan akan pergi.

 

Langkah pertama dalam mematahkan kebiasaan khawatir adalah menjadi lebih waspada terhadap kapan Anda khawatir dan apa yang Anda khawatirkan. Tangkap diri Anda ketika melakukannya! Jangan ijinkan kekhawatiran dan ketakutan bermain di sudut pikiran Anda, di luar jangkauan Anda. Keluarkan ia dan masuk ke dalam cahaya dimana Anda dapat menghadapinya dengan terbuka.

 

Saya mendorong Anda untuk membuat daftar kekhawatiran. Ayo lakukan; puaskan diri Anda sendiri! Ambil waktu sejenak untuk menuliskan setiap kekhawatiran yang menyebabkan Anda stress, khawatir atau takut.

 

Ketika Anda telah menyelesaikan daftar Anda, coret semua hal yang tidak dapat Anda kendalikan atau pegaruhi. (Anda mungkin menemukan daftar Anda sangat memendek—atau hilang.)

 

Ini adalah sebuah pemahaman yang penting. Ini berarti Anda memberikan banyak mental, fisik dan energi emosi Anda kepada hal-hal yang tak bisa Anda pengaruhi.

 

Dan ketika Anda mengkhawatirkan apa yang tak bisa Anda pengaruhi, Anda tidak berfokus pada apa yang Anda bisa. Anda membiarkan kekuatan Anda pergi! Anda menguras baterai Anda.

 

Saat kita berfokus pada tindakan yang bisa kita ambil, keputusan yang bisa kita ambil, apa yang bisa kita lakukan, sebuah pergeseran muncul. Kita berpindah dari keadaan khawatir kepada keadaan bertindak. Dan tindakan, Anda dapat temukan, adalah obat ajaib bagi kekhawatiran.


Dondi Scumaci adalah pembicara internasional, penulis dan ahli dalam pengembangan kepemimpinan, komunikasi, manajemen talenta dan mentoring (red. memberikan nasihat). Ia adalah penulis Ready, Set…GROW!, dari mana kolom ini diadaptasi, dan tinggal di San Antonio dengan suami dan anak laki-lakinya.



   
home | news | columnis | cover story | subscription | contact us | Login Email Charisma