Konseling: Bagaimana Agar Ciciku Mendengarkan Kata-Kata Mama
Rubrik ini diasuh oleh :
Ir.Jarot Wijanarko adalah seorang konselor di bidang keluarga. Beliau juga adalah pengarang beberapa buku dan banyak berbicara mengenai pendidikan keluarga dan motivasi. Bersama istri terkasih, Ir.Esther Setiawati, dan ketiga anak mereka, Nathania Christy, Benaya Christo dan Levina Christy, saat ini berdomisili di Jakarta.
PERTANYAAN :
Ciciku anak pertama dari 5 saudara. Mama saya single parent selama hampir 2 tahun. Ciciku dalam waktu beberapa tahun ini seperti orang yang sedang kebingungan dalam menjalani kehidupan. Dia ingin selalu bekerja untuk mencari uang, tetapi pekerjaan yang dilakukannya selalu menyebabkan kerugian yang sangat besar. Dia selalu meminta mama saya untuk membayarkan utang-utangnya. Ide-ide yang dia miliki untuk bekerja memang bagus-bagus, tetapi dia tidak bisa mengelola keuangannya dan tidak bisa melakukan perhitungan atas untung-ruginya suatu pekerjaan.
Saya sangat kuatir dengan kesehatan mama saya yang selalu harus mendengarkan keinginan-keinginan cici saya yang harus selalu dipenuhi. Kadang saya merasa kesal dengan sikap cici saya, karena dia seperti tidak pernah memikirkan kesehatan mama. Kata-kata mama tidak pernah didengarkan, bahkan selalu dibantahnya. Bagaimana cara untuk dapat mengatasi agar ciciku bisa mendengarkan dan mematuhi apa yang mama saya bilang?
JAWABAN
Mungkin kamu tidak bisa mengubah cicimu, karena memang dia tabiatnya begitu. Yang penting mungkin memberi pengertian ke Mama, bahwa tidak semua keinginan anak harus dipenuhi. Dan jika sudah beberapa kali mengalami kerugian, maka perlu lebih hati-hati dalam memberi modal kembali, atau dengan bersyarat, misal yang pegang keuangan saudara lainnya.
Atau bisa juga dengan memberi jatah. Semacam membagi ‘warisan’, jadi jika jatahnya si cici sudah habis karena selalu gagal dan rugi, maka dia harus bertanggungjawab atas perbuatannya, tidak minta lagi, bahkan hutang-hutang harus dia hadapi sendiri.
Jika kamu kesulitan berbicara dengan mama, karena mamamu ‘kasihan’ dengan cici, maka kamu bisa mengajak kakak/adikmu lainnya, selain cicimu, untuk semacam ‘rapat keluarga’ dan apapun keputusan rapat, kamu ataupun cicimu harus menerimanya.
|