HOME    INFORM    COVER STORY    COLUMNIS    SUBSCRIPTION    SPONSORSHIP    CONTACT US   
COLUMNIS
» Seperti Sarang Laba-Laba
» Believe Or Trust
» Orangtuaku Melarang Hubunganku
» Apakah Allah Kecewa Terhadap…
» Rayap Rohani

Dibangun di atas Dasar Kasih

Ps. Yusuf Rachman

 

Sekali lagi jangan lupakan bahwa dasar adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan ini. Tidak akan ada gedung yang tinggi kalau tidak ada dasar yang kuat, demikian juga dengan hidup kita. Boleh saja kita mengalami pertumbuhan, tapi tanpa dasar yang kuat maka segala sesuatu yang telah kita bangun itu tidak akan tahan terhadap guncangan. Karena itu penting untuk kita memperhatikan apa yang menjadi dasar kehidupan kita. Efesus 3:17 menuliskan bahwa sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. Jadi tidak ada dasar yang lebih kuat selain daripada kasih.

 

                Efesus 3:18-19 “Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.” Hanya ada satu kasih yang dapat menjadi dasar yang kuat yaitu kasih Kristus. Kasih-Nya tidak dapat terselami betapa lebar, panjang, tinggi dan dalamnya, kasih yang melampaui segala pengetahuan. Jadi kalau ada dasar bangunan yang saat ini paling canggih dan kuat, namun kasih Kristus ialah dasar yang melampaui segala pengetahuan yang ada. Jika kita mendasarkan kehidupan pada kasih Kristus maka kita akan menjadi kehidupan kita akan menjadi kuat.

 

KASIH YESUS PADA KITA

Matius 22:37-38 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.” Tuhan berkata bahwa yang terutama dan pertama dalam hidup ini ialah mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi, jika Tuhan sampai meminta kita untuk mengasihi Dia dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap akal budi, mengapa? Yohanes 3:16 “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”. Karena sesungguhnya Dia TELAH mengasihi kita dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap akal budi. Kasih Yesus itu bukan akan dan mudah-mudahan namun telah dilakukan lewat kematian-Nya di kayu salib untuk menebus segala dosa dan pelanggaran kita sehingga kita terbebas dari hukuman dosa. Karena Dia telah mengasihi kita dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap akal budi, maka mengapakah kita tidak menjawab kasih-Nya itu lewat mempercayakan hidup kita kepada kasih-Nya yang luar biasa itu?

 

                Mengapa banyak orang yang sering merasa kuatir, cemas dan gelisah? Karena dia tidak mendasarkan hidupnya pada kasih Allah yang telah menerima, memulihkan bahkan menyelamatkan hidupnya. Orang yang percaya bahwa hidupnya dikasihi oleh Yesus dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap akal budi maka hidupnya akan penuh dengan rasa aman, ada damai sejahtera serta sukacita yang tidak bisa tergantikan oleh apapun.

 

                Mengapa banyak orang juga yang tidak mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap akal budinya, hidupnya masih bermain-main dengan hal lain dan enggan untuk mengasihi Tuhan dengan segenap kehidupannya? Karena sesungguhnya orang-orang itu tidak menyadari bahwa Tuhan telah mengasihi dia dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap akal budi.

 

                Ingat bahwa kasih yang kita bagikan kepada hal lain selain Tuhan, bisa menimbulkan kekecewaan, karena sering kali hal lain itu tidak memberikan sesuatu seperti yang kita harapkan. Karena tidak ada hal lain yang bisa menerima, menghargai dan memulihkan hidup kita secara sempurna selain daripada kasih Kristus.

 

MENGASIHI SESAMA SEPERTI KRISTUS MENGASIHI KITA

Matius 22:39-40 “Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi." Hal yang tidak kalah pentingnya lagi ialah apa yang menjadi dasar kita dalam berhubungan dengan sesama? Jika bukan kasih Kristus yang menjadi dasar, maka kita akan terus-menerus mengalami kehancuran dalam hubungan dengan sesama. Banyak orang menjadi kecewa, marah, pahit kepada sesama manusia karena tidak memakai kasih Kristus sebagai dasar hubungannya.

 

                Padahal jika mempraktikkan seperti apa Yesus telah mengasihi kita kepada sesama kita maka kita akan terhindar dari kekecewaan, amarah dan kepahitan. Dalam hidup ini tidak ada manusia yang tidak luput dari kesalahan, karena itu maka Yesus berkata bahwa kita perlu mengasihi sesama kita seperti kita mengasihi diri kita sendiri. Orang yang sadar bahwa dirinya dikasihi oleh Allah maka dia akan mengasihi dirinya dan sebagai akibatnya dia akan mampu mengasihi sesamanya.

 

                Lukas 6:32 “Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosa pun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka.” Kasih sejati bukan teruji pada saat dipraktikkan kepada orang-orang yang mengasihi kita, tetapi kasih sejati ialah kasih yang teruji saat dipraktikkan kepada orang-orang yang tidak mengasihi kita. Seperti halnya Kristus, walaupun Dia tahu bahwa kita pasti akan mengecewakan Dia setelah karya penebusan-Nya, namun Dia tetap tekun dan tabah menanggung penderitaan di kayu salib, karena iman-Nya berkata bahwa lewat ini maka manusia akan menjadi baik sebab memiliki hubungan kembali dengan Tuhan.

 

                Itulah Kristus, Dia mengasihi kita bukan karena Dia tahu bahwa kita tidak akan mengecewakan Dia tapi karena Dia tahu bahwa kita tidak dapat hidup di luar kasih-Nya. Jadi walaupun kita bisa saja mengecewakan-Nya namun Yesus percaya dengan kasih-Nya setiap manusia akan berubah semakin baik dari hari ke hari. Hari ini, jikalau Saudara dan saya mau menjadi pribadi-pribadi yang kuat maka ayo kita menjadikan kasih Kristus sebagai dasar atas segala sesuatu dalam kehidupan ini. Tidak ada kasih yang lebih indah, lebih dahsyat dan lebih hebat selain daripada kasih Kristus. Tetap jatuh cinta pada-Nya karena Dia tidak pernah berhenti mencintaimu. Tuhan memberkati.



   
home | news | columnis | cover story | subscription | contact us | Login Email Charisma