|
COLUMNIS
|
Berjumpa dengan Kebaikan Tuhan Lewat Alam dan Sesama
Jellia Puspa Purnama
Banyak orang sering kali tidak merasakan kebaikan Tuhan dalam hidupnya, padahal kebaikan Tuhan senantiasa dicurahkan dalam hidup kita setiap saat, namun kita tidak menyadarinya. Karena itu kita perlu membuka mata hati kita untuk lebih lagi memperhatikan kebaikan Tuhan dalam segala aspek kehidupan kita.
MENIKMATI ALAM CIPTAAN-NYA
Roma 1:20 “Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.” Lewat segala karya Tuhan, hal-hal yang Tuhan ciptakan di dunia ini, kita dapat berjumpa dengan-Nya. Dalam liburan kali ini, mari kita lebih banyak mengamati ciptaan-Nya, karena lewat itu kita bisa melihat kekuatan-Nya, keilahian-Nya, kebaikan-Nya dan pikiran-pikiran-Nya.
Mulai saja dari hal-hal yang sederhana, seperti misalnya pernahkah Saudara memperhatikan buah-buahan yang Tuhan ciptakan bagi kita? Saya selalu takjub akan hikmat yang Tuhan miliki, saat merenungkan beraneka buah-buahan yang Tuhan ciptakan, dan tidak hanya itu saja setiap buah Dia ciptakan begitu unik dan kreatif. Sebagai contoh, buah salak, diciptakan memiliki lapisan tipis di luar daging buahnya, mengapa? Karena mungkin Tuhan tahu tangan kita akan sedikit kotor saat mengupas buah salak, sehingga dengan adanya lapisan itu maka tangan kita tidak akan mengotori daging buah salak. Sederhana memang, namun dari situ saya melihat betapa Tuhan memperhatikan hal yang akan kita makan sampai hal terkecil sekalipun Dia memikirkannya. Atau kalau Saudara perhatikan bunga yang tumbuh dari satu pohon yang sama, misalkan bunga mawar, coba Saudara perhatikan walaupun jenisnya sama, namun tidak ada dua bunga mawar yang sama, masing-masing bunga diciptakan begitu detail. Dari pengamatan itu, saya mendapatkan bahwa sungguh Allah kita memiliki hikmat yang sangat kreatif melebihi apapun di dunia ini. Sehingga kalau kita sungguh mengandalkan Dia maka Dia sanggup memberikan hikmat kreatif bagi kita.
Mungkin kita saat-saat ini kebingungan bagaimana mengembangkan usaha pekerjaan kita, Tuhan dapat memberikan hikmat kreatif sehingga pekerjaan kita tidak akan menjadi sama dengan yang lain. Kita tidak perlu menjadi imitator tetapi kita akan keluar menjadi creator karena kita punya Allah yang kreatif.
Bahkan kalau Saudara mau memperhatikan tubuh kita, maka kita akan melihat kebesaran dan kebaikan-Nya, salah satunya lewat darah yang mengalir di tubuh kita. Hingga kini, manusia tidak mampu menciptakan darah tiruan, karena begitu unik dan spesialnya darah itu, dimana mengandung senyawa kehidupan yang tidak dapat ditiru dan diciptakan. Jadi kalau dalam tubuh kita, darah yang kita miliki ini tidak menjadi berkurang melainkan terus-menerus diperbaharui dengan sendirinya, betapa kita harus berterima kasih akan kebaikan-Nya.
Mari Saudara, temukan segala kebaikan, kebesaran dan kedahsyatan Allah di dalam alam ciptaan-Nya, sehingga imanmu semakin bertumbuh karena pengenalanmu akan Tuhan semakin dalam.
MENIKMATI HUBUNGAN DENGAN SESAMA
Kehadiran sesama dalam hidup kita, seharusnya membuat kita juga bisa merasakan kebaikan Tuhan. Jangan kita melihat kehadiran sesama sebagai pengganggu kebahagiaan hidup kita.
Bagi kita para orangtua yang telah memiliki anak, jangan merasa terbebani dengan kehadiran anak-anak dalam hidup kita, marilah kita melihat kebaikan Tuhan lewat anak-anak yang dihadirkan oleh Tuhan dalam hidup kita. Ingatlah kembali masa-masa dimana mereka masih berupa janin, lalu dilahirkan dan akhirnya bisa tumbuh besar seperti sekarang ini, sungguh itu semua merupakan mujizat Tuhan yang luar biasa. Biarlah kita diberikan hati Tuhan yang menyukai anak-anak kecil berada di dekat-Nya, artinya Tuhanpun sangat menikmati segala “kenakalan”, “kepolosan” setiap anak-anak kecil.
Bagi para ibu rumah tangga, jangan terbeban juga dengan serangkaian pekerjaan rumah tangga. Jauhkan diri dari idealisme dimana rumah harus sangat bersih sehingga itu akan dapat merebut sukacita dalam hati kita. Belajarlah menikmati sedikit kekacauan yang terjadi dalam rumah kita, karena inti kehidupan kita bukanlah pada benda-benda tapi pada orang-orang yang ada di sekitar kita.
Mazmur 133:1-3 “Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.” Saat kita menggunakan masa-masa liburan ini untuk membangun hubungan yang akrab dengan sesama anggota keluarga kita, maka kita akan berjumpa dengan kasih dan kesetiaan Tuhan karena betapa baiknya Dia sehingga Dia menghadirkan keluarga dalam hidup kita untuk bisa saling berbagi kasih.
|
|