|
COLUMNIS
|
Bagaimana Jika Anak Membenci Ayahnya

Ir.Jarot Wijanarko adalah seorang konselor di bidang keluarga. Beliau juga adalah pengarang beberapa buku dan banyak berbicara mengenai pendidikan keluarga dan motivasi. Bersama istri terkasih, Ir.Esther Setiawati, dan ketiga anak mereka, Nathania Christy, Benaya Christo dan Levina Christy, saat ini berdomisili di Jakarta.
PERTANYAAN :
Saya punya teman yang sedang mengurus kasus perceraian dengan istrinya, teman saya sangat terpuruk dan stres karena istrinya ingin menghancurkan hidup teman saya dengan senjatanya meracuni otak anak perempuan mereka yang semata wayang bahwa ayahnya jahat dan perceraian ini terjadi karena kesalahan ayahnya sehingga anak semata wayangnya (12 tahun) itu membenci ayahnya (teman saya). Teman saya jadi benar-benar terpuruk seakan-akan hidupnya berhenti dan merasa nggak ada jalan keluar untuk bisa membuat anaknya tidak membenci dia. Sementara buat teman saya anak itu adalah hidup dia. Apa yang harus dia lakukan agar anaknya mau berbaikan dan bertemu dengan dia dan tidak mempunyai pikiran jelek tentang dia? Sementara hak asuh jatuh ke tangan istrinya dan pengadilan melarang teman saya untuk bertemu dengan anaknya. Kami teman-temannya tak ingin dia terpuruk dan melanjutkan hidupnya.
JAWAB:
Semua masalah ada akarnya. Tidak mungkin orang mengajak cerai, jika teman Anda tidak puya salah. Anak jaman sekarang usia 12 tahun juga sudah bukan anak kecil yang bodoh dan mudah diracuni begitu saja. Jadi saya yakin 100% pasti, bahwa teman Anda juga punya kesalahan, baik ke istri maupun ke anak. Jadi yang terbaik, menemukan kesalahan tersebut. Jadi jika ada kesempatan komunikasi dengan anak, entah sms, telp, facebook, dll, maka yang terbaik adalah MINTA MAAF. Minta maaf bahwa selama ini kurang perhatian, tidak menjadi ayah yang baik, kasar terhadap ibunya dll dll dll. Menjelaskan bahwa ibunya jahat dan memfitnah, tidak lebih dari pembelaan yg membuat semakin muak dan dibenci.
Karena pengadilan melarang teman Anda bertemu, maka sebaiknya juga tidak ketemu fisik dahulu, untuk beberapa saat cari info bisa ketemu di internet atau cara lainnya. Setelah lewat sms/facebook bisa terjalin komunikasi (dan pintu gerbangnya hanya satu, tidak ada lain, pintu gerbang MINTA MAAF), maka bisa saja membuat janji ketemu anak di mal, di sekolah atau tempat lainnya, tanpa sepengatuan mantan istri. Jadi saran saya satu dulu, mulai langkah pertama dulu.
|
|