HOME    INFORM    COVER STORY    COLUMNIS    SUBSCRIPTION    SPONSORSHIP    CONTACT US   
COLUMNIS
» Seperti Sarang Laba-Laba
» Believe Or Trust
» Orangtuaku Melarang Hubunganku
» Apakah Allah Kecewa Terhadap…
» Rayap Rohani

Anak Berulah


Ir.Jarot Wijanarko adalah seorang konselor di bidang keluarga. Beliau juga adalah pengarang beberapa buku dan banyak berbicara mengenai pendidikan keluarga dan motivasi. Bersama istri terkasih, Ir.Esther Setiawati, dan ketiga anak mereka, Nathania Christy, Benaya Christo dan Levina Christy, saat ini berdomisili di Jakarta.

 

 

 

 

PERTANYAAN :

Shalom Pak, saya ibu 2 anak. Yang pertama 4 tahun, yang kedua 5 bulan. Sejak anak saya yang kedua lahir, anak saya yang pertama berulah banget, bahkan saya sampai tidak tahan dan stres banget menghadapi dia. Dia sangat suka melawan dan sama sekali nggak bisa dibilangin. Saya sering banget memukulnya, bahkan hampir tiap hari. Saya sedih sekali selalu bersikap kasar ke dia. Saya minta sarannya Pak harus bagaimana menghadapi anak saya. Thanks. Gbu

 

JAWABAN:

Wajar jika anak punya adik mulai berulah, karena sebenarnya dia cemburu. Cemburu karena porsi kasih, perhatian yang dia dapat selama ini, jadi berkurang karena harus berbagi dengan adiknya. Jangan dipukul tiap hari, akan semakin melawan dan menjadi anak yang nakal. (Dipukul sesekali 2 atau 3 bulan sekali boleh saja).  Cara memukul/ mendisiplin yang benar, Anda bisa membaca buku saya yang judulnya MENDIDIK ANAK, tersedia di KHARISMA, Metanoia, Gramedia, Imanuel, Visi, Victory, Pondok Daun dll di seluruh Indonesia.

 

Jika adiknya lahir, dan ibu mulai sibuk dengan si adik, mintalah bantuan suami untuk perhatikan si kakak, supaya porsi kasihnya tidak banyak berkurang.  Suami bisa bermain-main dengan si kakak. Memukul setiap hari, hanya membuat hatinya terluka dan jika terluka Anda butuh waktu bertahun-tahun untuk menyakinkan bahwa Anda mengasihi dia dan barulah akan berhenti perilaku melawannya.

 

Bisa juga bergantian suami yang urus si adik dan Anda tidur dengan si kakak, menyuapi si kakak, ajak berenang atau main si kakak, sehingga Anda merebut hatinya  kembali. Ingat masa usia emas hingga 6, maksimum 8 tahun, adalah masa terbaik bagi Anda menanam pondasi hubungan yang akan mempengaruhi hubungan Anda sampai akhir hidup Anda. Jika Anda tidak bijaksana, Anda akan ‘kehilangan’ anak Anda.



   
home | news | columnis | cover story | subscription | contact us | Login Email Charisma